No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-28
downloadSalah satu upaya yang terus-menerus dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan daerah lainnya adalah pembangunan ekonomi. Proses ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan perkapita penduduk atau masyarakat dalam jangka panjang dan menghasilkan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi dan pemerataan pendapatan bagi semua warga negara disebut pembangunan ekonomi. Pembangunan teknologi, perspektif masyarakat, dan institusi akan dipengaruhi oleh pembangunan ekonomi. Pada dasarnya, pembangunan ekonomi adalah perpaduan atau kombinasi kemajuan teknologi dan pertumbuhan penduduk (pendapatan perkapita). Pemerintah daerah berusaha memastikan bahwa tahapan proses pembangunan berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Tingkat kesejahteraan masyarakat dapat diukur melalui banyak indikator ekonomi dan sosial, yang pada dasarnya menunjukkan seberapa baik pemerintah daerah menjalankan proses pembangunan. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pemerintah Daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan diwajibkan menyusun perencanaan pembangunan yang merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional. Perencanaan pembangunan daerah disusun secara berjenjang dari aspek waktu yaitu meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dalam periode 20 tahunan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dalam periode lima tahunan dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk periode tahunan. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pemerintah daerah berkewajiban untuk menyusun perencanaan pembangunan yang memadai, dengan target capaian disesuaikan dengan kondisi daerah dan informasi yang ada mengenai programprogram di masa yang akan datang yang mungkin akan berpengaruh pada besaran target indikator makro ekonomi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator kinerja makro yang umumnya digunakan untuk menggambarkan pertumbuhan ekonomi serta untuk mengetahui kondisi ekonomi suatu daerah selama periode waktu tertentu. Disamping itu, PDRB juga dapat dipakai sebagai bahan evaluasi kegiatan pembangunan ekonomi yang telah dilaksanakan baik oleh pemerintah maupun non pemerintah. PDRB adalah jumlah total nilai tambah barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di seluruh wilayah tertentu selama satu tahun. Sektor produksi ini terdiri dari 17 (tujuh belas) lapangan usaha. Jumlah PDRB dapat dihitung baik dengan harga berlaku (harga saat ini) maupun harga konstan (harga konstan). Ada tiga pendekatan yang sering digunakan dalam menghitung PDRB sebuah wilayah yaitu pendekatan pendapatan, pendekatan pengeluaran, dan pendekatan produksi. Kinerja pembangunan ekonomi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan diukur dengan menggunakan PDRB Atas Dasar Harga Konstan untuk memperlihatkan pertumbuhannya. PDRB Harga Konstan menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Hulu Sungai Selatan berdasarkan barang dan jasa yang diproduksi setiap tahun. Sedangkan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku atau dikenal dengan PDRB nominal disusun berdasarkan harga yang berlaku pada periode perhitungan, dimana masih adanya unsur inflasi didalam dan bertujuan untuk melihat struktur perekonomian. Selain itu, PDRB per kapita merupakan indikator kinerja tambahan yang terkait dengan besaran PDRB regional bruto. PDRB per kapita diperoleh dengan membagi total PDRB dengan jumlah penduduk pada pertengahan tahun. Angka pendapatan per kapita menunjukkan rata-rata pendapatan yang diterima oleh setiap orang dan dapat menunjukkan tingkat kesejahteraan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Tingkat pertumbuhan ekonomi, di sisi lain, diukur sebagai prosentase kenaikan atau penurunan PDRB Harga konstan setiap tahun dibandingkan angka tahun sebelumnya. Selama periode 2013 sampai dengan 2023 PDRB kabupaten Hulu Sungai Selatan Atas Dasar Harga Berlaku 2010 Menurut Lapangan Usaha (Milyar Rupiah) mengalami peningkatan. Pada tahun 2020 PDRB Kabupaten Hulu Sungai Selatan mengalami perlambatan. Hal ini disebabkan karena pada tahun 2020 terjadi Pandemi Covid yang berdampak pada melambatnya aktivitas perekonomian disemua wilayah. Namun pada tahun 2021 sampai dengan 2023 PDRB kembali mengalami peningkatan yang berarti bahwa kabupaten HSS mulai kembali meningkatkan aktivitas ekonominya. Secara sektoral, berdasarkan data PDRB ADHK menurut Lapangan Usaha Kabupaten Hulu Sungai Selatan selama kurun waktu 2013-2023, kontribusi sektor/lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (24,22%) dan sektor/lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian (12,79%) merupakan dua penyumbang terbesar terhadap PDRB Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Disusul oleh sektor/lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar (9,29 %) dan sektor/lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar (8,80 %). Jika dilihat pada gambar 3. Diketahui bahwa terjadi perubahan struktur perekonomian di kabupaten Hulu Sungai Selatan. Pada tahun 2023 sektor pertambangan memberikan kontribusi sebesar 20,53 persen melebihi kontribusi dari sektor pertanian yang menurun menjadi 20,48 persen. Selain itu sektor yang juga mengalami peningkatan kontribusi adalah sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yaitu sebesar 9,51 persen. Pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dengan menggunakan indikator Pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2010. Selama Periode tahun 2013 sampai dengan tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Hulu Sungai Selatan mengalami trend meningkat dari 5,68 persen tahun 2013 menjadi 6,14 persen pada tahun 2018. Namun ditahun 2019 Laju pertumbuhan ekonomi turun menjadi 5,28 persen dan pada saat Pandemi Covid 19 terjadi pada tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Hulu Sungai Selatan -1,19 persen. Tahun 2021 pertumbuhan ekonomi kembali meningkat menjadi 4,19 persen dan meningkat lagi menjadi 5,27 persen pada Tahun 2023. Jika dibandingkan dengan PDRB Provinsi Kalimantan Selatan selama periode 2013 sampai dengan 2023 rata rata PDRB HSS berada diatas PBRB Provinsi Kecuali pada tahun 2022 dan 2023. PDRB Kabupaten Hulu Sungai Selatan terbentuk dari PDRB 11 (Sebelas) Kecamatan yang ada dalam wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Oleh karena itu pengukuran atau penghitungan PDRB setiap Kecamatan sangat penting dilakukan setiap tahun agar dapat diperoleh PDRB Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan agar dapat diketahui pertumbuhan perekonomian dalam suatu wilayah. PDRB pada satu Kecamatan pada umumnya berbeda dengan PDRB pada Kecamatan lainnya. Hal tersebut disebabkan perbedaan pengelolaan sumber daya yang dimiliki oleh setiap Kecamatan menjadi suatu proses produksi hingga menghasilkan produk pada Kecamatan tersebut. Sumber daya yang dikelola oleh suatu Kecamatan dapat berupa antara lain sumber daya alam, sumber daya manusia (tenaga kerja), sumber daya modal (kapital), sumber daya sarana infrastruktur. PDRB Kecamatan dapat berubah setiap tahunnya yang dapat dipengaruhi oleh factor internal (sumber daya) dan factor eksternal yang berasal dari luar Kecamatan tersebut. Pertumbuhan ekonomi tinggi dan kesempatan menjadi kabupaten yang maju secara ekonomi harus disikapi dengan cara pandang yang komprehensif. Satu hal yang perlu disadari bahwa konsekuensi pertumbuhan ekonomi adalah meningkatnya kesenjangan ekonomi dalam masyarakat. Hal ini yang mendasari bahwa analisis PDRB kecamatan se kabupaten Hulu Sungai Selatan dilakukan untuk dapat memantau perkembangan ekonomi secara sektoral. Pencermatan perkembangan beberapa indikator sosial juga tersaji pada analisis ini, sehingga diharapkan dapat menjadi referensi penentuan kebijakan pemerintah daerah untuk dapat merencanakan dan mengimplementasikan pembangunan Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang lebih maju dan tepat sasaran
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-18
downloadPengetahuan tentang hipertensi terutama deteksi dini terhadap hipertensi karena banyak masyarakat yang tidak merasakan gejala sehingga enggan untuk memeriksakan diri ke puskesmas. Pola makan masyarakat masih sering mengonsumsi makanan yang asin dan berlemak, serta tingkat kepatuhan minum obat masyarakat masih kurang karena masyarakat merasa sudah tidak merasakan sakit lagi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, pola makan dan kepatuhan minum obat terhadap kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Baruh Jaya Kabupaten Hulu Sungai Selatan tahun 2022. Desain penelitian ini bersifat survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah penderita hipertensi yang berusia 45-59 tahun sebanyak 380 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling dengan jumlah dihitung menggunakan rumus Slovin didapatkan sebanyak 80 orang dengan instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan cara wawancara diperoleh 80 responden. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji chi square (p-value < 0,05). Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kejadian hipertensi dengan hipertensi ringan sebanyak 28 orang (35,0%), hipertensi sedang sebanyak 26 orang (32,5%) dan hipertensi berat sebanyak 26 orang (32,5%). Sehingga tidak ada hubungan pengetahuan (p-value = 0,910 > 0,05) dan kepatuhan minum obat (p value = 0,11 > 0,05) dengan kejadian hipertensi sedangkan terdapat hubungan pola makan (p-value = 0,000 < 0,05) dengan kejadian hipertensi pada pra lansia di wilayah kerja Puskesmas Baruh Jaya Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Diharapkan masyarakat terutama penderita hipertensi mengikuti penyuluhan-penyuluhan oleh petugas kesehatan agar lebih memahami dengan benar dan baik bagaimana cara pencegahan penanggulangan hipertensi dan pola makan yang sehat serta meningkatkan kesadaran diri masyarakat.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-18
downloadPenelitian ini bertolak dari pemikikran bahwa karakter religius masih menjadi problem di kalangan masyarakat, sebab itu perlu perhatian serius dalam pengembangan kepribadian seseorang. Dalam kehidupan bermasyarakat lingkungan menjadi pengaruh salah satu dari pembentukan karakter, untuk itu tentulah penting bagi penggerak masyarakat khususnya tokoh masyarakat untuk memberikan contoh yang baik pada masyarakat. Sehingga perlu diteliti lebih lanjut tentang strategi tokoh masyarakat dalam membentuk karakter religius di desa Ulin dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi tokoh masyarakat dalam membentuk karakter religius di desa Ulin dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Subjeknya adalah tokoh masyarakat yang berada di desa Ulin, yakni kepala desa dan ustaz. Adapun objeknya adalah strategi tokoh masyarakat dalam membentuk karakter religius dan faktor yang mempengaruhinya. Adapun hasil penelitian melalui kesadaran salat berjamaah mengenai strategi pembentukan karakter religius di desa Ulin adalah keteladanan, pembiasaan, dan nasihat. Sedangkan faktor yang mempengaruhinya adalah latar belakang pendidikan tokoh masyarakat dan lingkungan sekitar yang dinamis serta mendukung.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-18
downloadDegradasi moral yang terjadi di kalangan generasi muda semakin menghawatirkan. Rendahnya karakter yang dimiliki menjadi salah satu pemicu hilangnya akhlak dan norma. Hal itu tidak terlepas dari cara membentuk karakter anak sejak dini yang dimulai dari lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pembentukan karakter religius dalam keluargaberlatar belakang pendidikan pesantren dan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi metode pembentukan karakter religius dalam keluarga berlatarbelakang pendidikan pesantren di desa Bamban Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dalam bidang pendidikan agama Islam. Subjeknya adalah orang tua berlatarbelakang pendidikan Pesantren di Desa Bamban. Adapun objeknya adalah metode pembentukan karakter religius. Jumlah subjek penelitian ada 8 orang kepala keluarga melalui teknik wawancara. Di Desa Bamban. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembentukan karakter religius dalam keluarga berlatarbelakang pendidikan Pesantren dilakukan melalui penerapan pembiasaan, keteladanan, pendisiplinan, nasihat, pembinaan, serta menciptakan suasana yang kondusif di keluarga dalam membentuk karakter religius nilai ibadah, akidah dan akhlak. Hambatan yang dimiliki orang tua berlatar belakangpendidikan Pesantren dalam membentuk karakter religius anak berupa faktor adat/kebiasaan, kemauan atau kehendak, kondisi lingkungan keluarga, teman atau kelompok dan media.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-18
downloadLatar belakang pada aktivitas bimbingan keagamaan yang diberikan ustadz pembimbing kepada santri yang ada di Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud Putra bertujuan untuk membekali ilmu agama pada santri apabila sudah tidak mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud Putra. Masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana aktivitas bimbingan dan apa saja faktor pendukung dan penghambat aktivitas bimbingan keagamaan di pondok pesantren Ibnu Mas’ud putra Jarau Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas bimbingan keagamaan yang diberikan dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam proses aktivitas bimbingan keagamaan di Pondok Pesantren Ibnu mas’ud Putra Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Pada penelitian ini menguunakan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek dalam penelitian ini ada 2 orang ustadz serta informan pendukung. Objek penelitiannya ialah bimbingan keagaaman yang diberikan ustadz kepada santri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokomentasi. Teknik pengolahan data dan analisis data yang didapat akan diolah dan dianalisis kemudian dilakukan penarikan kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh peneliti bahwasanya aktivitas bimbingan keagaaman yang diberikan ustadz kepada santri belum sepenuhnya maksimal, karena belum semua santri dapat mengusai pembelajaran dipondok, maka dari itu para ustadz dapat memberikan lebih dalam lagi mengenai materi tentang bimbingan keagamaan pada santri supaya dapat lebih dipahami lagi oleh mereka. Dan apabila seorang ustadz dapat memberikan bimbingan keagamaan secara maksimal maka para santri bisa mencontohkan apa yang telah diajarkan. Terdapat 2 metode saat memberikan bimbingan keagamaan pada santri yaitu metode secara langsung dan tidak langsung dengan kedua metode itu akan lebih memudahkan para ustadz untuk memahamkan kepada santri, asas pada bimbingan keagamaan ada 5 yaitu: asas fitrah, asas kebahagian dunia dan akhirat, asas amal saleh dan akhlak al-karimah, asas mauizah al-hasanah, asas mujadalah al-ahsan, bimbingan keagamaan jua mempunyai aspek untuk dapat diberikan langsung kepada santri yaitu: aspek pembinaan mental, aspek motivasi, aspek memberi semangat, dan aspek pencerahan.