No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2025-08-14
downloadStrategi merupakan hal yang penting dalam keberhasilan sebuah pembelajaran yang disampaikan terutama dalam pembelajaran maharah istima’ pada pelajaran bahasa arab, diantara strategi yang sering digunakan para guru adalah bisik berantai maka sangat perlu bagi seorang guru untuk mengetahuinya, latar belakang ini lah yang menjadi dasar penelitian penulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Strategi Bisik Berantai Dalam Pembelajaran Maharah Istima’ di Kelas VII MTs Izharussalam Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan faktor yang mempengaruhinya.Jenis penilitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru di MTs Izharussalam Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Objek penelitian ini yaitu Implementasi Strategi Bisik Berantai Dalam Pembelajaran Maharah Istima’ di Kelas VII MTs Izharussalam Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi strategi bisik berantai pada pembelajaran maharah istima’ di MTs Izharussalam Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang di gunakan oleh guru bahasa arab cukup baik dan sesuai dengan teori yang disampaikan oleh para ahli, sehingga dapat dikatagorikan bahwa hasil implementasi strategi bisik berantai pada pembelajaran maharah istima’ dengan baik. Dan faktor yang mempengaruhi ada tiga yaitu guru, siswa dan sarana prasarana.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2025-08-14
downloadFenomena santri baru di pondok pesantren Dalam Pagar yang bertanya-tanya tentang bagaimana seharusnya salat yang benar dengan begitu banyaknya perilaku salat yang berbeda-beda yang mereka lihat ketika berada di pondok pesantren, padahal salat adalah pondasi utama bagi seorang muslim dalam ibadahnya kepada Allah Ta’ala utamanya bagi seorang santri. Hal itulah yang menjadi masalah dalam penelitian ini. Bagaimana pembelajaran kitab Safinatun Najah bisa menjadi jawaban bagi mereka terhadap pertanyaan-pertanyaan seputar ibadah salat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bahwa ada relevansi antara pembelajaran kitab Safinatun Najah dan perilaku ibadah salat santri, dari yang sebelumnya tidak mereka fahami. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori dan Miles dan Huberman yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan data.Hasil penelitian menunjukkan adanya hasil yang signifikan dari pembelajaran kitab Safinatun Najah dengan ibadah salat santri di Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan, hal ini ditunjukkan dari hasil wawancara, dan observasi. Banyak responden yang berpendapat bahwa pembelajaran kitab Safinatun Najah memberikan dampak bagi ibadah salat mereka menjadi lebih baik setelah proses pembelajarannya.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2025-07-28
downloadPengukuran IDSD dilakukan secara sistematis, mulai dari perumusan konsep, penyempurnaan indikator, pengolahan data, hingga pengendalian kualitas untuk memastikan validitas dan akurasi hasil pengukuran. IDSD 2024 didasarkan pada evaluasi dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan, mencakup penyempurnaan metodologi dan sumber data. Nilai Indeks nasional 2024 (berdasarkan ratarata skor seluruh provinsi) adalah sebesar 3,43 dari skala 5. Adapun untuk Prov. KalSel di angka 3,56, dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebesar 3,53. Policy Brief ini menganalisa perbandingan nilai indeks pilar dan indikator pilar Kab. HSS dengan nilai indeks pilar dan indikator pilar Prov. KalSel, serta memperlihatkan perbandingan nilai indeks pilar Kab. HSS dengan rata-rata Nasional, Provinsi dan Kab/Kota Se-KalSel. Perbandingan Nilai Indeks Pilar IDSD Tahun 2024 Kab. HSS dengan Prov. KalSel dan rata-rata nasional secara ringkas menghasilkan 3 kategori pilar. Pertama : nilai indeks pilar di atas nilai indeks Provinsi dan rata-rata nasional (warna hijau-Pilar Kekuatan Kab.HSS ) ada 5 pilar : pilar institusi, pilar infrastruktur, pilar adopsi TIK, pilar pasar produk dan pilar dinamisme bisnis. Kedua : nilai pilar yang berada di bawah nilai indeks Provinsi dan rata-rata nasional (warna abu-abu-Pilar Kelemahan HSS) ada 7 pilar : pilar stabilitas ekonomi makro, pilar kesehatan, pilar keterampilan, pilar pasar tenaga kerja, pilar sistem keuangan, pilar ukuran pasar, dan pilar kapailitas inovasi. Ketiga : Ada 2 pilar yang unik, yaitu pilar keterampilan dan pilar pasar tenaga kerja dimana di bawah nilai indeks Prov. Kalsel namun di atas rata-rata Nasional (warna biru). 2 Pilar ini sebenanrya sudah dimasukkan dalam ketegori kedua, pilar kelemahan HSS – warna abu-abu. Namun karena ada keunikan maka dimasukkan juga dalam kategori khusus. Analisa hasil pengukuran IDSD Tahun 2024 serta dengan indeks pilarnya dengan melakukan pendekatan perbandingan (perbandingan nilai indeks pilar IDSD Kab. HSS dengan Prov. KalSel dan rata-rata nasional), maka harus fokus dan perhatian pada beberpa pilar dan indikatornya. Fokus dan perhatian diberikan lebih besar pada pilar-pilar yang berwarna abu-abu dan juga biru, karena lebih rendah dari nilai indeks Provinsi dan/atau rata-rata nasional. Hal ini dilakukan untuk dapat meningkatkan / memperkuat indikatorindikator pilar ini lemah/nilai rendah. Indikator IDSD tingkat Kabupaten/Kota terdapat 48 indikator, ada 23 indikator pilar Kab. HSS Tahun 2024 yang lebih rendah nilainya dari Prov KalSel.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2025-07-07
downloadAbstrakKayu manis merupakan salah satu komoditas perkebunan andalan bagi pekebun di wilayah Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan. Tanaman kayu manis yang termasuk tanaman perkebunan ini sudah ada sekitar tahun 1942 di Desa Loksado, pada saat masih tergabung di Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Menurut tetua di Desa Loksado, Kayu Manis Loksado awal mulanya di tanam oleh Bapak Sibur sebanyak 5 batang yang diperolah dari seorang pengepul dari Padang Batung. Penyebaran tanaman kayu manis di Loksado dilakukan secara sengaja oleh masyarakat dengan menanam bibit kayu manis maupun penyebaran benih kayu manis oleh burung atau hewan lainnya. Berdasarkan topografinya wilayah Kecamatan Loksado merupakan kawasan dataran tinggi yang berlokasi di sepanjang punggung Pegunungan Meratus. Keadaan wilayah Loksado sangat mendukung untuk pertumbuhan tanaman kayu manis dimana Kecamatan Loksado termasuk daerah pegunungan dengan ketinggian sekitar 500 1.575 meter dari permukaan laut dan dengan curah hujan yang cukup baik untuk pertumbuhan tanaman kayu manis. Kayu Manis Loksado Hulu Sungai Selatan memiliki ciri berwarna coklat tua/coklat muda dengan rasa manis pedas dengan kandungan sinamaldehida 50,48 59,70 persen. Proses penanaman kayu manis dimulai dari tahap pembibitan, penanaman, perawatan, panen dan pasca panen yang sudah dikuasai produsen kayu manis di Kecamatan Loksado yang didapatkan secara turun menurun dari nenek moyang sehingga memastikan kualitas dan karakteristik Kayu Manis Loksado Hulu Sungai Selatan sesuai dengan reputasinya. Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Kayu Manis Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan (MPIG-KLHSS) yang didukung sepenuhnya Pemerintah Daerah Hulu Sungai Selatan mengajukan permohonan pendaftaran perlindungan Indikasi Geografis Kayu Manis Loksado Hulu Sungai Selatan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum Republik Indonesia dengan tujuan untuk melestarikan dan memastikan karakteritik dan kualitas khas kayu manis ini terjaga dan terhindar dari penyalahgunaan serta pemalsuan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2025-06-23
downloadTantangan dan permasalahan bagi ASN dalam melakukan manajemen keuangan bisa beragam, seperti masalah umum ; kesulitan dalam mengelola aset dan utang pribadi, ketidakpastian finansial setelah pensiun dan gaya hidup konsumtif. Dan tentu permasalahan ini juga dihadapi oleh ASN yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang sesuai data BPS dalam Kabupaten Hulu Sungai Selatan Dalam Angka Tahun 2025 memiliki ASN sebanyak 4.779 orang yang terdiri dari 1.894 lakilaki dan 2.885 perempuan. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2022 untuk Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan indeks literasi keuangan lebih rendah dari angka Nasioanal, yaitu hanya sebesar 42,08 persen, Ini berarti dari 100 orang di Kalimantan Selatan, hanya sebanyak 42 orang yang telah memahami kelebihan dari pengelolaan keuangan apabila dikuasai dengan baik, dan tentu ini bisa menjadi gambaran untuk Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kalau dilihat profil keuangan ASN di Indonesia dengan sebanyak 4.758.730, sekitar 58% ASN yang memiliki kesadaran finansial dan aktif melakukan pengelolaan keuangan pribadi. Ada sekitar 35% ASN yang memiliki perencanaan pensiun secara terstruktur, dengan kata lain ada sekitar 65% ASN yang tidak perencanaan pensiun secara terstruktur dan tidak memadai. Serta ada sekitar 27% ASN di Indonesia yang melakukan investasi di luar program wajib. Hal ini berarti ada sebanyak 73% ASN tidak melakukan investasi di luar program wajib. Atas dasar ini disarankan agar pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan instansi terkait dapat mengimplementasikan program-program yang meningkatkan literasi keuangan bagi PNS. Program ini bisa berupa workshop, seminar, atau pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan financial knowledge, yang pada akhirnya akan membentuk perilaku keuangan yang lebih baik. Selain itu, penting juga untuk mengembangkan financial attitude yang positif melalui pendekatan psikologis dan motivasional yang dapat mempengaruhi ASN untuk mengambil keputusan keuangan yang bijak. Dengan demikian, diharapkan kesejahteraan finansial ASN di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat terus meningkat. Beberapa tips langkah dalam manajemen keuangan lebih khusus untuk ASN : Identifikasi Kondisi Keuangan, Menetapkan tujuan keuangan, Gunakan Rumus 50-30-20 dalam membangun Fondasi Investasi/Tabungan, Sadar Keuangan Digital, Kembangkan Sumber Pendapatan, dan Evaluasi dan Perbaikan.