No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-18
downloadPenelitian ini membahas tentang Penyamaan Konsep Mahar dan Jujuran Dalam Tradisi Perkawinan di Desa Habirau Kecamatan Daha Selatan (Perspektif Tokoh Agama di Kecamatan Daha Selatan). Di Desa Habirau mempunyai tradisi Penyamaan Konsep Mahar dan Jujuran, yang mana uang jujuran tersebut akan disebutkan pada waktu ijab kabul. Sebenarnya tradisi disebuah daerah boleh saja dilaksanakan, dengan catatan tidak ada unsur yang melanggar syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penyamaan Konsep Mahar dan Jujuran Dalam Tradisi Perkawinan di Desa Habirau. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan hukum sosiologis. Subjek penelitian ini adalah tokoh agama yang tercatat di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Daha Selatan, dan objek penelitian ini adalah Penyamaan Konsep Mahar dan Jujuran Dalam Tradisi Perkawinan di Desa Habirau Kecamatan Daha Selatan (Perspektif Tokoh Agama di Kecamatan Daha Selatan). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan hasil yang didapat dari penelitian ini adalah para tokoh agama di Kecamatan Daha Selatan menyatakan bahwa mahar dan jujuran itu sama yang membedakan hanya dari segi penyebutan saja dan mereka sepakat membolehkan melakukan tradisi Penyamaan Konsep Mahar dan Jujuran, dengan catatan adanya kesepakatan terlebih dahulu antara kedua belah pihak. Salah satu dasar hukum para tokoh agama membolehkan tradisi tersebut adalah Q.S An Nisa ayat 4.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-18
downloadPenelitian ini bertolak dari pemikikran bahwa karakter religius masih menjadi problem di kalangan masyarakat, sebab itu perlu perhatian serius dalam pengembangan kepribadian seseorang. Dalam kehidupan bermasyarakat lingkungan menjadi pengaruh salah satu dari pembentukan karakter, untuk itu tentulah penting bagi penggerak masyarakat khususnya tokoh masyarakat untuk memberikan contoh yang baik pada masyarakat. Sehingga perlu diteliti lebih lanjut tentang strategi tokoh masyarakat dalam membentuk karakter religius di desa Ulin dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi tokoh masyarakat dalam membentuk karakter religius di desa Ulin dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Subjeknya adalah tokoh masyarakat yang berada di desa Ulin, yakni kepala desa dan ustaz. Adapun objeknya adalah strategi tokoh masyarakat dalam membentuk karakter religius dan faktor yang mempengaruhinya. Adapun hasil penelitian melalui kesadaran salat berjamaah mengenai strategi pembentukan karakter religius di desa Ulin adalah keteladanan, pembiasaan, dan nasihat. Sedangkan faktor yang mempengaruhinya adalah latar belakang pendidikan tokoh masyarakat dan lingkungan sekitar yang dinamis serta mendukung.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-18
downloadLatar belakang pada aktivitas bimbingan keagamaan yang diberikan ustadz pembimbing kepada santri yang ada di Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud Putra bertujuan untuk membekali ilmu agama pada santri apabila sudah tidak mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud Putra. Masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana aktivitas bimbingan dan apa saja faktor pendukung dan penghambat aktivitas bimbingan keagamaan di pondok pesantren Ibnu Mas’ud putra Jarau Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas bimbingan keagamaan yang diberikan dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam proses aktivitas bimbingan keagamaan di Pondok Pesantren Ibnu mas’ud Putra Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Pada penelitian ini menguunakan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek dalam penelitian ini ada 2 orang ustadz serta informan pendukung. Objek penelitiannya ialah bimbingan keagaaman yang diberikan ustadz kepada santri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokomentasi. Teknik pengolahan data dan analisis data yang didapat akan diolah dan dianalisis kemudian dilakukan penarikan kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh peneliti bahwasanya aktivitas bimbingan keagaaman yang diberikan ustadz kepada santri belum sepenuhnya maksimal, karena belum semua santri dapat mengusai pembelajaran dipondok, maka dari itu para ustadz dapat memberikan lebih dalam lagi mengenai materi tentang bimbingan keagamaan pada santri supaya dapat lebih dipahami lagi oleh mereka. Dan apabila seorang ustadz dapat memberikan bimbingan keagamaan secara maksimal maka para santri bisa mencontohkan apa yang telah diajarkan. Terdapat 2 metode saat memberikan bimbingan keagamaan pada santri yaitu metode secara langsung dan tidak langsung dengan kedua metode itu akan lebih memudahkan para ustadz untuk memahamkan kepada santri, asas pada bimbingan keagamaan ada 5 yaitu: asas fitrah, asas kebahagian dunia dan akhirat, asas amal saleh dan akhlak al-karimah, asas mauizah al-hasanah, asas mujadalah al-ahsan, bimbingan keagamaan jua mempunyai aspek untuk dapat diberikan langsung kepada santri yaitu: aspek pembinaan mental, aspek motivasi, aspek memberi semangat, dan aspek pencerahan.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-18
downloadReligius merupakan salah satu karakteristik daerah Nagara. Nagara memiliki ulama-ulama berkharismatik yang mengembangkan keilmuannya pada Pondok Pesantren. Pondok Pesantren memiliki ciri khas utama dibanding pendidikan islam yang lain yaitu pembelajaran menggunakan kitab kuning. Dengan pembelajaran kitab kuning yang efektif materi yang disampaikan dapat terserap secara maksimal, membantu santri/wati memahami kitab kuning. Maka perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran kitab kuning perlu perhatikan. Mengingat pembelajaran traditisional perlu penyempurnaan dan dikarenakan baca kitab santri/wati dinilai masih belum maksimal, yang mana kemampuan baik buruknya baca kitab santri/wati tentu akan mempengaruhi nilai pengetahuan pada setiap pelajaran. Oleh karena itu, ustadz/h mengupayakan agar kemampuan membaca kitab kuning di kalangan santri/wati dapat bertahan dan bahkan dapat berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran kitab kuning pada pondok pesantren di Nagara Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Lokasi Penelitian Pondok Pesantren di Nagara dengan 3 kecamatan, yaitu Pondok Pesantren Darul Amien dan Pondok Pesantren Al- Muradiyah dari Kecamatan Daha Utara, Pondok Pesantren An-Noor dan Pondok Pesantren PIP Habirau dari Kecamatan Daha Selatan, dan Pondok Pesantren Jasrannur Rahman Al-Yusuf dari Daha Barat. Subjek penelitian adalah pimpinan pondok, para ustadz/h, dan santri/wati Pondok Pesantren. Objek penelitian adalah Pembelajaran Kitab Kuning Pada Pondok Pesantren di Nagara Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif, yaitu diawali dengan pengumpulan data, memilih data yang dibutuhkan, penyajian data, dan diakhiri kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran Kitab Kuning pada Pondok Pesantren di Nagara Kabupaten Hulu Sungai Selatan menggunakan 3 tahap.(1) Perencanaan Pembelajaran, para ustadz/h selalu melakukan perencanaan pembelajaran meliputi, (a) tujuan, (b) Materi, (c) Menentukan Pendekatan, strategi, dan metode, (d)Pemilihan media dan sumber belajar, (e) Menyusun alat evaluasi. Perencanaan tersebut tidak tertulis dalam sebuah dokumen RPP kecuali Pondok viii Pesantren Darul Amien memiliki dokumen perencanaan materi program tahunan yang berisi judul materi yang akan diajarkan pada semester ganjil dan genap.(2) Pelaksanaan pada kegiatan inti, ustadz/h menyampaikan materi menggunakan pendekatan, strategi dan metode, media dan sumber belajar. Pendekatan yang digunakan berbeda-beda tergantung materi. Materi tidak bisa diseragamkan dengan hanya menggunakan satu metode saja, tetapi divariasi dengan beberapa metode. Pada umumnya di lima Pondok Pesantren yang peneliti teliti melaksanakan metode ceramah, yang dalam perkembangan pondok pesantren disebut metode bandongan/ wetonan. Selain itu agar pembelajaran menjadi aktif ustadz/h juga memakai metode sorogan, metode hafalan, divariasi dengan metode tanya jawab dan metode demonstrasi praktik ibadah pembelajaran fikih walaupun pendekatan lebih didominasi pada ustadz/h, kecuali pondok pesantren Darul Amien dilengkapi dengan metode pembelajaran dengan lagu. Media pembelajaran yang digunakan yaitu media visual dengan sumber belajar perpustakaan.(3) Evaluasi Pembelajaran, Pada umumnya di lima Pondok Pesantren yang peneliti teliti melaksanakan evaluasi semester ganjil dan semester genap secara tertulis dan secara lisan, kecuali Pondok Pesantren Jasrannur Rahman Al Yusuf melaksanakan evaluasi semester ganjil dan genap secara tertulis saja. Bentuk evaluasi tertulis yaitu menjawab pertanyaan secara tertulis, adapun secara lisan yaitu santri/wati menjawab beberapa pertanyaan tentang materi secara lisan atau kaidah Nahwu dari bacaan kitab kuning santri/wati, bisa juga santri/wati menghafal hafalan Hadits atau Tafsir, Sharaf, kosakata Bahasa arab kepada ustadz/h.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-18
downloadPenelitian ini dilatar belakangi oleh adanya perbedaan di beberapa Kantor Urusan Agama mengenai persyaratan administrasi nikah. Seperti di Kantor Urusan Agama Kecamatan Kandangan yang melampirkan buku nikah orang tua dalam persyaratan administrasi nikah bagi anak perempuan pertama, sedangkan di Kantor Urusan Agama Kecamatan Tapin Utara tidak ada melampirkan. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana urgensi buku nikah orang tua sebagai syarat administrasi pernikahan anak perempuan pertama dan alasan yang mendasari perbedaan persyaratan administrasi nikah tersebut di beberapa Kantor Urusan Agama. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan menggunakan pendekatan hukum imperis sosiologis. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala Kantor Urusan Agama dan objek penelitian ini adalah Urgensi Buku Nikah Orang Tua Sebagai Syarat Administrasi Pernikahan Anak Perempuan Pertama Di Kantor Urusan Agama (KUA) (Studi kasus di KUA Kecamatan Kandangan dan KUA Kecamatan Tapin Utara). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif, Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebenarnya memang tidak ada peraturan yang mengatur secara mutlak mengenai buku nikah orang tua sebagai syarat administarasi nikah sehingga tidak menjadi masalah apabila ada KUA yang melampirkan atau tidak melampirkan ke dalam persyaratan administrasi nikah, sebab hal tersebut tergantung dari kebijakan di masing-masing KUA saja.