No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-18
downloadMasalah rokok saat ini sudah menyangkut permasalahan kehidupan seperti ekonomi, sosial, dan kesehatan. Rumah Sakit merupakan area yang dilarang merokok, memperoduksi, menjual, mengiklankan, dan mempromosikan rokok. Ditetapkan nya Peraturan Daerah ini untuk melindungi hak asasi manusia dalam mencapai derajat kesehatan melalui pengendalian terhadap bahaya asap rokok. Merokok itu berbahaya didalam pelayanan kesehatan memiliki hak untuk dirawat dilingkungan bebas asap rokok serta karyawan memiliki hak untuk bekerja ditempat bebas asap rokok. Namun Penerapannya belum berjalan efektif, yaitu dilihat dari masyarakat, instansi pemerintah kurangnya komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Penerapan Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan Nomor 8 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (Studi RSUD Daha Sejahtera Kecamatan Daha Selatan) dan faktor penghambat dalam penerapan Peraturan Daerah tersebut. Jenis Penelitian ini adalah hukum empiris dengan menggunakan pendekatan sosiologi hukum. Bersifat deskriptif kualitatif. Dalam hal pengumpulan data penulis menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Penerapan Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan Nomor 8 tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok di RSUD Daha Sejahtera Kecamatan Daha Selatan belum berjalan dengan efektif, hal ini dilihat rendahnya tingkat kepatuhan dari pelanggar, dan pemberian sanksi hanya teguran sehingga pelanggaran masih terjadi, dan kurang pahamnya terhadap dampak positif didalam perda, untuk perda tersebut sudah adil karena memberikan kemanfaatan orang banyak. Dari segi penghambat kurangnya penegakan hukum dari RSUD Daha Sejahtera maupun instansi terkait serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap peraturan ini, kurang memadainya sarana dan prasarana, faktor budaya yang sulit untuk dirubah.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-18
downloadPenelitian ini dilatarbelakangi dari adanya pembuatan buku nikah yang dilakukan oleh lembaga adat setempat. Pembuatan buku nikah merupakan sebuah hak progresif dari dua lembaga sesuai dengan perundang-undangan untuk melakukan aktivitas tanpa adanya imbalan yang diperoleh. Lembaga dalam hal ini adalah sebuah wadah penerapan Undang-undang untuk melaksanakan pencatatan pernikahan dengan kondisi pasangan sesama pemeluk agama yang dianut termasuk Kharingan yang dianut oleh masyarakat adat Dayak Meratus. Namun dalam hal ini lembaga adat membuat buku nikah sendiri, meski tertulis dalam Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Serta selanjutnya mengenai Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui legalitas pembuatan buku nikah oleh lembaga adat, serta dampak hukum yang terjadi bagi masyarakat adat Dayak Meratus Desa Malinau Kecamatan Loksado ketika diminta persyaratan Buku Nikah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian empiris, dengan pendekatan sosiologi hukum. Sumber data yang digunakan terdapat data primer dan data sekunder, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Data yang dicari mengenai pembuatan buku nikah oleh lembaga adat Dayak Meratus di Desa Malinau. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa buku nikah yang dikeluarkan oleh lembaga adat tidak bisa diterima sebagai persyaratan administrasi untuk pencatatan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Dimana kondisi hukum pembuatan buku nikah oleh lembaga adat ini menjadi alasan khusus yang menyebabkan tidak diterimanya sebagai dokumen administrasi. Di samping itu fasilitas, pelayanan dan keadaan di lapangan pun masih belum mendukung secara optimal.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-18
downloadSalah satu cara agar suatu proses pembelajaran berjalan dengan baik dan efektif yaitu dengan memilih metode yang tepat, karena dengan metode, peserta didik akan lebih mudah dalam memahami apa yang diajarkan oleh guru. metode yang paling sering digunakan adalah metode ceramah. Metode ceramah biasanya akan membosankan jika guru tidak menguasainya, dan terkadang siswa tidak akan fokus dalam belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui problematika guru Al Qur’an Hadis dalam menerapkan metode ceramah di kelas VIII MTsN 2 Hulu Sungai Selatan dan untuk mengetahui solusi dari problematika tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus. Subjeknya adalah guru Al Qur'an Hadis MTsN 2 Hulu Sungai Selatan. Adapun objeknya adalah problematika guru Al-Qur’an Hadis dalam menerapkan metode ceramah di kelas VIII dan solusi dari problematika tersebut. Penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut: Pertama, problematika guru Al-Qur'an Hadis dalam menerapkan metode ceramah di kelas VIII MTsN 2 Hulu Sungai Selatan yaitu diantaranya persiapan alat bantu, keterbatasan bahan ajar, siswa cenderung bosan dan kurang memperhatikan penjelasan guru, siswa cenderung ribut dan siswa kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Kedua, ada beberapa solusi dari problematika tersebut yakni dengan memvariasikan metode pembelajaran, menguatkan komunikasi verbal, memvariasikan media pembelajaran dan menguatkan komunikasi.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-18
downloadPada pelaksanaan pembelajaran IPA murid cenderung pasif dan hanya mendengarkan saat guru menjelaskan materi tanpa adanya timbal balik. Seorang pendidik atau guru sebaiknya membuat suatu inovasi dalam pembelajaran sehingga murid dapat lebih aktif menyerap pembelajaran. Media gambar adalah salah satu media pembelajaran yang dapat menarik motivasi murid dalam belajar. Media gambar merupakan media yang diperlihatkan dan dapat dinikmati oleh siapa saja sebagai tiruan dari keadaan yang nyata mengenai orang, suasana, tempat, barang, pemandangan, aliran pemikiran, ide dan benda lain yang gambarkan kedalam bentuk demensi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana respon, aktivitas guru dan hasil belajar IPA materi daur hidup hewan di SDN 1 Kandangan Kota. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan media gambar untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi daur hidup hewan pada murid kelas IV SDN 1 Kandangan Kota. Subjek penelitian ini adalah guru kelas dan murid kelas IV yang berjumlah 23 orang yang terdiri dari 12 orang laki-laki dan 11 orang perempuan. Terdapat empat tahap langkah-langkah yaitu: planning, acting, observing, dan reflecting. Teknik pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, tes dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif, dari observasi, tes dan angket. Hasil penelitian menunjukkan beberapa hal berikut. 1) Respons murid dalam kegiatan pembelajaran mengenai daur hidup hewan menggunakan media gambar di kelas IV SDN 1 Kandangan Kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan dikategorikan positif. Dari 15 pernyataan pada angket mendapatkan respons sebesar 89,10%. 2) Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil observasi guru pada siklus I diperoleh skor rata-rata sebesar 70% sedangkan pada siklus II diperoleh skor rata rata sebesar 86,66%. Hal ini menunjukan adanya peningkatan kemampuan guru dalam mengelola kelas sehingga dapat meningkatkan hasil belajar murid. 3) Hasil belajar murid meningkat dengan daya serap belajar murid pada siklus I diperoleh skor rata-rata sebesar 68,60% sedangkan pada siklus II diperoleh skor sebesar 85,21% dengan ketuntasan klasikal yaitu 91,30%. Ini menunjukan adanya peningkatan sebesar 25,59%. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi daur hidup hewan pada murid kelas IV SDN 1 Kandangan Kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-18
downloadPeserta didik kurang tertarik pada pembelajaran matematika karena pelajaran program linear ada soal kontekstual dan juga peserta didik bingung dalam menentukan daerah penyelesaian dalam bentuk grafik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan media pembelajaran, mengetahui kevalidan media pembelajaran, mengetahui kepraktisan media pembelajaran dan mengetahui keefektfian media pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development denan model pengembangan ADDIE dikembangkan oleh Dick dan Carry tahun 1996. Metode ini bertujuan untuk menghasilkan suatu produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Langkah-langkah pengembangan yang dilakukan terdiri dari 5 tahapan yaitu: tahap analisis, tahap perancangan, tahap pengembangan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Hasil penelitian ini adalah: Proses pengembangan media pembelajaran berbasis multimedia menggunakan prosedur oleh Dick dan Carry. Hasil uji kevalidan dari ahli materi dengan kevalidan 86,11% kriteria “valid” dan ahli media dengan kevalian 83,33% kriteria “valid”. Hasil uji Praktis dari guru mata pelajaran 83,83% kriteria “praktis” dan uji coba praktikalitas 78,5% kriteria “praktis”. Hasil uji keefektifan dalam pembelajaran dengan hasil perbandingan kelas eksperimen mendapat skor n-gain 53,54 dengan nilai rata-rata 69,78 dan kelas kontrol mendapat skor n-gain 39,26 dengan nilai rata-rata 58,61. Serta uji hipotesis menggunakan t hitung sebesar -4,7557 dengan t tabel sebesar 1,7204 dapat ditarik kesimpulan tolak ℎ0.