No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-18
downloadMuhammad Zain Noktiadi, NPM 215101362. Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Narkotika Nasional Kabupaten Hulu Sungai Selatan ; Tesis Magister Ilmu Administrasi, STIA Bina Banua Banjarmasin, Pembimbing I: Irawanto, Pembimbing II: Misransyah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa. (1) Pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai. (2) Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Pegawai. (3) Kompetensi dan Motivasi memiliki pengaruh secara bersama sama terhadap Kinerja Pegawai. (4) Variable manakah yang paling dominan mempengaruhi Kinerja Pegawai. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan mengambil obyek penelitian di kantor BNN Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Adapun sampel dalam penelitian ini sebanyak 24 orang. Untuk analisis data menggunakan aplikasi Smart PLS: 3.0 Hasil penelitian ini adalah. (1) Kompetensi berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai terbukti kebenarannya. (2) Motivasi berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai terbukti kebenarannya. (3) Kompetensi dan Motivasi memiliki pengaruh secara bersama sama terhadap Kinerja Pegawai terbukti kebenarannya. (4) Kompetensi memiliki pengaruh yang dominan terhadap Kinerja Pegawai.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-18
downloadManajemen sarana dan prasarana yang baik diharapkan dapat menciptakan kondisi yang kondusif baik bagi guru dan santri santriwati untuk mencapai proses belajar mengajar dan hasil belajar yang maksimal. Dengan demikian, ketersediaan fasilitas belajar harus memadai secara kuantitatif, kualitatif, dan relevan dengan kebutuhan belajar-mengajar serta dapat dimanfaakan secara optimal utuk kepentingan proses pendidikan dan pembelajaran dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Dalam Pagar dan Pondok Pesantren Babussalam Kabupaten Hulu Sungai Selatan, untuk melihat sejauh mana manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan. Penelitian ini difokuskan pada tiga masalah, yaitu : 1) perencanaan saranan dan prasarana 2) Pengadaan sarana dan prasarana 3) Evaluasi sarana dan prasarana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis multi situs. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul dilakukan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Perencanaan sarana dan prasarana di Pondok Pesantren ini terbagi menjadi perencanaan program dan perencanaan rumah tangga. Perencanaan sarana dan prasarana program melalui tahapan yaitu rapat koordinasi pesantren, penetapan program dan penetapan kebutuhan sarana dan prasarana program. 2) pengadaan sarana dan prasarana di Pondok Pesantren ini terbagi menjadi pengadaan sarana dan prasarana program dan pengadaan sarana dan prasarana rumah tangga. Pengadaan sarana dan prasarana program dilakukan dengan pengajuan proposal kepada ketua yayasan disertai daftar dan rincian. Adapun pengadaan sarana dan prasarana rumah tangga dilakukan oleh penanggung jawab sarana dan prasarana atas dasar ketua yayasan. 3) Evaluasi sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan dilakukan dengan cara laporan lisan maupun tertulis yang dilakukan pada evaluasi bulanan dan evaluasi tahunan.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-18
downloadPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengananlisis “Strategi Pimpinan Pondok Pesantren Dalam Membina Kedisiplinan Belajar Santri Di Pondok Pesantren Dalam Pagar dan Tarbiyatul Furqan Kandangan”. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengertahui dan menganilisis kedisiplinan belajar santri di pondok pesantren dan faktor pendukung dan faktor penghambat pengurus pondok pesantren dalam membina kedisiplinan belajar santri di pondok pesantren Dalam Pagar dan Tarbiyatul Furqan Kandangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif karena data yang dikumpulkan berupa kata-kata bukan angka-angka. Untuk mendapatkan data yang diperlukan, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data antara lain melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian untuk mengecek keabsahan data tersebut dilakukan melalui meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Pada penelitian ini, ditemukan strategi pimpinan pondok pesantren dalam membina kedisiplinan belajar santri di pondok pesantren Dalam Pagar Kandangan, yaitu a) membuat aturan dan tata tertib yang jelas, b) menerapkan sistem pembinaan dan pengawasan, c) menyediakan fasilitas belajar yang memadai, d) pemberian hukuman dalam membina kedisiplinan belajar santri. dan e) memberikan dorongan motivasi dan penghargaan Untuk tingkat kedisiplinan belajar santri di Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan bisa dikategorikan sangat baik. Faktor pendukung pimpinan pondok pesantren Dalam Pagar Kandangan dalam membina kedisiplinan belajar santri: a) adanya keteladanan dari pimpinan. b) Adanya pembinaan dan pemantauan secara rutinc) Dengan memberlakukan sanksi dan reward yang adil dan proporsional, d) Adanya pembinaan spiritual dalam belajar bagi santri yang dilakukan oleh pimpinan pondok pesantren. Adapun faktor penghambat yang peneliti temukan berdasarkan hasil wawancara dan observasi adalah; a) jumlah petugas pengawas yang tidak memadai dengan jumlah santri yang ribuan. b) tidak semua petugas pengawas memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menjalankan xv tugasnya, c) perbedaan latar belakang sosial budaya santri, d) motivasi dan minat pribadi juga menjadi faktor penghambat dalam penerapan disiplin belajar santri. Adapun strategi pimpinan pondok pesantren dalam membina kedisiplinan belajar santri di pondok pesantren Tarbiyatul Furqan Kandangan, fokus pada pertama strategi pimpinan pondok pesantren yakni 1) santri di wajibkan untuk dapat berperilaku disiplin, 2) pemberian sebuah nasehat dan teguran, 3) pemberian motivasi, kedua kedisiplinan belajar santri yakni, 1) kegiatan diniyah, 2) belajar muhadaraoh, 3) belajar pidato, 4) kegiatan belajar tahfiz, 5) kegiatan shalat berjamaah, ketiga faktor pendukung yakni, 1) santri semua tinggal di asrama, 2) pengurusnya cukup, 3) adanya aturan yang jeas serta sanksi-sanksinya, sedangkan faktor penghambatnya yakni, 1) kurang terpenuhinya sarana dan prsarana, 2) karena pengurusnya sebagian bertempat tinggal jauh dari pesantren. Kemudian starategi pengurus pondok pesantren dalam membina kedisiplinan belajar santri dapat dikatakan sangat disiplin dalam menjalankan kegiatan-kegiatan di pesantren.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-18
downloadSupervisi akademik adalah bantuan profesional yang diberikan kepada guru melalui siklus perencanaan sistematis, pengamatan yang cermat, serta umpan balik yang objektif dan segera oleh supervisor. Seorang guru harus dapat meningkatkan penguasaan terhadap berbagai kompetensi yang dimilikinya dalam proses pembelajaran di kelas agar melalui peningkatan kompetensi tersebut tercipta kondisi pembelajaran yang dapat menarik minat siswa dalam belajar. Kurangnya minat siswa dalam belajar disebabkan oleh guru yang belum mempunyai kemampuan dalam memanfaatkan metode pembelajaran yang beragam sehingga kualitas kinerja guru menjadi rendah. Salah satu faktor yang bisa mempengaruhi kinerja guru adalah supervisi akademik kepala sekolah. Untuk meningkatkan kinerja guru di Lembaga TK Az-Zahra Kandangan dan di TK Anggrek Kandangan maka dilaksanakan supervisi akademik kepala sekolah. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui dan menganalisis perencanaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di TK Az-Zahra Kandangan dan di TK Anggrek Kandangan. (2) Untuk mengetahui dan menganalisis Teknik Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di TK Az-Zahra Kandangan dan di TK Anggrek Kandangan. (3) Untuk mengetahui dan menganalisis evaluasi Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di TK Az-Zahra Kandangan dan di TK Anggrek Kandangan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. Perencanaan Supervisi Akademik di TK Az-Zahra Kandangan adalah terdiri dari: a. Menyusun program supervisi diantaranya program tahunan dan instrumen-instrumen supervisi. 2. Teknik yang dipakai kepala sekolah TK Az-Zahra Kandangan, diantaranya: a) kunjungan kelas. b) observasi kelas. c) percakapan individual. d) rapat guru; 3. Evaluasi supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala TK Az-Zahra Kandangan meliputi empat komponen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan program evaluasi kinerja guru. Disamping itu hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. Perencanaan Supervisi Akademik di TK Anggrek Kandangan adalah terdiri dari: a. Menyusun program supervisi diantaranya program tahunan dan instrumen instrumen supervisi. 2. Teknik yang dipakai kepala sekolah TK Anggrek Kandangan, diantaranya: a) kunjungan kelas. b) observasi kelas. c) inter visitasi. d) percakapan individual. e) rapat guru; 3. Evaluasi supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala TK Anggrek Kandangan meliputi empat komponen, yaitu xix perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan program evaluasi kinerja guru.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-16
downloadPenelitian ini berangkat dari permasalahan proses penyaluran zakat pertanian masih belum optimal karena kekurangpahaman mereka dalam menghitung besaran zakat yang harus mereka bayarkan, sehingga dalam proses penyalurannya tidak tepat sasaran kepada yang berhak. Dalam hal ini peneliti mengambil tempat di Desa Telaga Bidadari Kecamatan Sungai Raya.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field study) dengan pendekatan kualitatif. Dalam pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Dalam analisis data dengan langkah-langkah menelaah data, reduksi data, menyusun data dalam kesatuan, kategorisasi dan penarikan kesimpulan.Melalui penelitian ini ditemukan bahwa Zakat pertanian dikeluarkan setelah panen sesuai ajaran Islam. Mayoritas petani di Indonesia mengeluarkan zakat setelah selesai panen, baik itu panen besar maupun biasa. Ini menunjukkan pemahaman yang baik terhadap ketentuan zakat pertanian. Zakat ini berbeda dari zakat lainnya karena tidak tergantung pada jangka waktu satu tahun, melainkan terkait dengan hasil produksi tanah yang menjadi dasar kewajiban zakat. Di Indonesia, zakat pertanian umumnya disalurkan langsung oleh muzakki, yakni petani yang membayarkan zakatnya, kepada mustahik. Mayoritas petani di Indonesia memahami dan langsung menyalurkan zakat mereka kepada penerima manfaatnya, seperti fakir, miskin, amil zakat, mualať, budak, orang yang terlilit hutang, dan orang yang sedang dalam perjalanan, sesuai ketentuan zakat pertanian dalam Islam. Hal ini mencerminkan pemahaman yang baik terhadap aturan zakat pertanian, yang menunjukkan penyaluran langsung dari muzakki kepada mustahik, sesuai ajaran Islam.