No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-10
downloadMasalah dari lembaga keuangan syariah adalah bagaimana menarik pelanggan dan mempertahankannya agar perusahaan dapat bertahan, berkembang dan menjadikan brand/merek islam menjadi nomor satu dibenak pelanggan. Kemudian yang berkaitan dengan religiusitas masyarakat yaitu adanya keraguan mengenai praktik bank syariah apakah sesuai dengan syariah islam atau belum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh simultan dan parsial Islamic Branding dan Religiusitas terhadap keputusan masyarakat kelurahan kandangan barat untuk menjadi nasabah di bank syariah. Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobality sampling dengan pendekatan porposive sampling dan metode analisis data pengujian yang digunakan adalah uji validitas, reabilitas, asumsi klasik, analisis linear berganda, uji T, F dan dominan serta uji koefisien determinasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditemukan secara simultan variabel Islamic Branding (X1) dan Religiusitas (X2) berpengaruh terhadap keputusan masyarakat kelurahan Kandangan Barat untuk menjadi nasabah di bank syariah dengan nilai sig 0,000 < sig 0,05 dan Fhitung 91,515 > Ftabel 3,09 . sedangkan secara parsial Islamic Branding berpengaruh positif dan signifikansi terhadap keputusan masyarakat kelurahan Kandangan barat untuk menjadi nasabah di bank syariah dengan nilai sig 0,000 < sig 0,05 atau Thitung 7,503 > Ttabel 1,661. Dan secara parsial Religiusitas berpengaruh secara positif terhadap keputusan masyarakat kelurahan Kandangan Barat untuk menjadi nasabah di bank syriah dengan nilai sig 0,001 < sig 0,05 atau Thitung X2 3,349 > Ttabel 1,66.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-10
downloadImplementasi Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Pasar Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada Pasar Senin Nagara terdapat fenomena masalah yang terjadi yaitu kondisi Pasar yang dianggap kurang nyaman bagi masyarakat karena sering macet yang disebabkan oleh keadaan pedagang kaki lima yang masuk ke dalam pasar menggunakan gerobak atau kendaraan, masih banyak pedagang yang menggunakan bahu jalan sehingga penempatannya tidak rapi, dan keadaan fisik pasar kumuh, kotor dan tidak beraturan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Pasar Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada Pasar Senin Nagara, serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan deskriftif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik penentuan informasi dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sehingga terdapat informan berjumlah 12 orang dan teknik analisa data yang digunakan adalah teknik meliputi kondensasi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Pasar Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan yaitu di Pasar Senin Nagara masih ada beberapa yang kurang terimplementasi, Indikator yang kurang terimplementasi yaitu transmisi, kejelasan, informasi, fasilitas, dan insentif. Indikator yang sudah terimplementasi yaitu konsistensi, staf, wewenang, pengangkatan birokrasi, standar operating prosedure (SOP) dan fragmentasi. Disamping itu faktor penghambat implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan Nomor 2 tahun 2019 Tentang Pengelolaan Pasar Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan di Pasar senin Nagara yaitu belum berjalannya sosialisasi secara menyeluruh, tidak ada spanduk peraturan yang terpasang di pasar, dan kurangnya tindakan tegas terhadap pelanggaran di Pasar. Adapun faktor pendorongnya yaitu sumber daya (Staf) yang sudah memenuhi dan tanggung jawab yang sudah terlaksana. Guna meningkatkan Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan Nomor 2 Tahun 2019 pada Pasar Senin Nagara, maka disarankan Kepala UPTD pasar lebih memperhatikan lagi sarana prasarana dan dilakukan sosialisasi langsung secara menyeluruh kepada para pedagang, kepada pedagang hendaknya mencari informasi yang lebih dalam lagi tentang peraturan-peraturan yang ada di pasar dan kepada para pedagang hendaknya menaati larangan dan kewajiban yang ada.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-10
downloadKH. Muhammad Salman Al-Farisi adalah seorang pendakwah di Majelis Ta‟lim Al-Mubarakah yang dengan kehadirannya membawa dampak positif yang signifikan terhadap pengetahuan agama Islam pada masyarakat Desa Pahampangan Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Dakwah yang beliau sampaikan tidak hanya kepada orang tua saja tapi juga kalangan remaja atau generasi muda. Hal ini dikarenakan penyampaian dakwahnya yang diselipi dengan humor yang tepat sehingga mudah dipahami dan tidak membosankan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi, hasil yang dicapai dan faktor pendukung Ustadz H. Muhammad Salman Al-Farisi dalam mengembangkan dakwah di Majelis Ta‟lim Al-Mubarakah Desa Pahampangan Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan deskriptif serta menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduction (reduksi data) yang diperoleh ditempat penelitian, data display (penyajian data) dan data verification (data verifikasi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan dakwah Ustadz H. Muhammad Salman Al-Farisi di Majelis Ta‟lim Al-Mubarakah Desa Pahampangan Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan menggunakan strategi tilawah, strategi ta‟lim dan strategi tazkiyah dengan menggunakan metode hikmah, mau’izhah hasanah dan mujadallah billatii hiya ahsan dengan hasil dakwah Ustadz H. Muhammad Salman Al-Farisi membawa perubahan terhadap pemahaman, sikap dan perilaku masyarakat terhadap ajaran Islam dan meningkatkan gairah masyarakat untuk menghadiri majelis-majelis, pengajian, mujahadah dan shalat berjamaah. Keberhasilan tersebut didukung oleh beberapa faktor pendukung diantaranya mempunyai pengetahuan ilmu agama yang baik, semangat dalam berdakwah, menjadi tauladan bagi masyarakat, memahami karakter mad’u, karakter suara yang khas, mendapat dukungan dari keluarga, adanya relawan, inovasi dalam metode dakwah, konsistensi dan kesadaran masyarakat.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-10
downloadPada proses perjalanannya, pondok pesantren dihadapkan dengan berbagai problem, khususnya dalam hal kemandirian secara ekonomi. Salah satu langkah yang bisa diupayakan pondok pesantren adalah mengelola unit usaha dan berusaha mengatur kegiatan kewirausahaan untuk memanfaatkan semua asset yang ada. Tantangan yang muncul adalah diperlukan kemampuan mengelola usaha yang dimiliki melalui manajemen kewirausahaan pada pondok pesantren untuk menciptakan kemandirian. Hal tersebut juga dilakukan oleh pondok pesantren Dalam Pagar Kandangan dan pondok pesantren Babussalam yang menyelenggarakan unit kewirausahaan. Perlunya meningkatkan kemandirian, pondok pesantren Dalam Pagar Kandangan dan pondok pesantren Babussalam berusaha meningkatkan program manajemen kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan manajemen kewirausahaan pondok pesantren Dalam Pagar Kandangan dan pondok pesantren Babussalam Hulu Sungai Selatan untuk meningkatkan kemandirian. Penelitian ini mencakup 2 sub topik: 1) Upaya pondok pesantren dalam mengelola kegiatan kewirausahaan dalam meningkatkan kemandirian pondok, 2) Pengelolaan sumber daya yang ada dalam meningkatkan kemandirian pondok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik interview, observasi dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi ketua Yayasan, pengasuh pondok pesantren dan pengelola unit kewirausahaan. Tahapan Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun untuk melakukan keabsahan data, peneliti menggunakan Teknik triangulasi data yaitu Teknik pemeriksaan keabsahan data. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Upaya pengembangan program kewirausahaan dalam meningkatkan kemandirian pondok dilakukan dengan berbagai cara yaitu dengan melakukan pengembangan pada unit kewirausahaan, membentuk tim-tim, dan evaluasi. 2) Pengelolaan sumber daya dalam meningkatkan kemandirian pondok yaitu dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia disekitar pondok, terutama dalam menyediakan tenaga kerjanya. Implikasi program kewirausahaan dalam mewujudkan kemandirian pondok yaitu dalam hal kemandirian Lembaga secara finansial, melakukan pembangunan secara berkala dan terus menerus.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-10
downloadPerubahan kurikulum dalam dunia pendidikan merupakan hal biasa. Perubahan tersebut harus dipahami oleh guru yang merupakan pengembang kurikulum bagi kelasnya. Untuk menujang kesuksesan implementasi kurikulum diperlukan sebuah RPP yang sesuai dengan peraturan agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyusunan dan penerapan RPP dengan pendekatan saintifik mata pelajaran SKI Kelas VIII pada MTsN 2 HSS dan MTsN 8 HSS. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan pada guru SKI di MTsN 2 HSS dan MTsN 8 HSS sebagai sumber data primer dan kepala sekolah beserta kepala tata usaha sebagai sumber data sekunder. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan RPP Guru SKI di MTsN 2 HSS tidak mencantumkan tujuan pembelajaran dan metode pembelajaran. Sedangkan guru SKI di MTsN 8 HSS tidak mencantumkan kompetensi inti, indikator pencapaian kompetensi, metode pembelajaran, dan sumber belajar. Dan penerapan RPP guru SKI di MTsN 2 HSS melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP mulai dari kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Sedangkan guru SKI di MTsN 8 HSS juga menerapkan RPP mulai dari kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup, tetapi tidak menyampaikan tujuan pembelajaran pada kegiatan pendahuluan.