No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-01
download Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan evaluasi program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa di Desa Tumbukan Banyu Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan mengetahui faktor penghambatnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dan menggunakan tipe deskriptif dengan lokasi penelitian di Desa Tumbukan Banyu Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknis analisis data melalui tiga alur yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Evaluasi Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa di Desa Tumbukan Banyu, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan selama pelaksanaannya dengan 3 tahapan yaitu pendataan, musyawarah desa, dan penyerahan bantuan sudah berjalan cukup efektif. Sudah tepat sasaran dan pada pelaksanaannya sudah efisien karena peralihan dari penyerahan secara pengambilan ke kantor desa menjadi penyaluran melalui rekening bank yang mana memudahkan pelaksana maupun penerima bantuan. Kecukupan dari segi jumlah bantuan masih kurang dan masih belum terjadi pemerataan. Program ini juga mendapat respon yang positif dari penerima. Adapun kendala yang terjadi antara lain: tidak adanya anggaran sosialisasi program, kurangnya informasi kepada masyarakat, keterlambatan pencairan dana bantuan. Secara keseluruhan program ini bagus untuk membantu masyarakat miskin, namun apabila ingin dilanjutkan hendaknya diperbaiki lagi dalam pelaksanaannya. Berdasarkan hal tersebut hendaknya pemerintah bisa melakukan sosialisasi dan memberikan informasi kepada masyarakat dengan jelas sehingga tidak terjadi kesalahpahaman antara satu warga dengan warga lainnya. Kepada penerima bantuan sebaiknya jangan terlalu bergantung kepada bantuan yang diberikan pemerintah apalagi untuk bantuan langsung tunai dana desa ini bersifat temporer (untuk sementara waktu atau waktu yang darurat)
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-01
downloadPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan program bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) dalam upaya menanggulangi masyarakat miskin (studi di Desa Bamban Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan). Berawal dari fenomena kemiskinan yang terus menerus meningkat dikarenakan Covid-19 maka dari itu pemerintah mengeluarkan kebijakan yang salah satunya adalah Bantuan Langsung Tunai Dana desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe diskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 13 orang yang terdiri dari Kepala Desa Bamban, Sekertaris Desa Bamban, Ketua BPD Desa Bamban, Ketua RT dan Masyarakat penerima BLT-DD. Hasil penelitian ini menggunakan 4 variabel George Edward III (1980) untuk mengukur implementasi kebijakan pada program BLT-DD di Desa Bamban Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan antara lain komunikasi, sumberdaya, disposisi/sikap dan struktur birokrasi. Keempat variabel tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi kebijakan BLT-DD sudah berjalan dengan bai namun untuk indikator disposisi/sikap masih kurang hal itu dilihat dari dalam implementasi program bantuan langsung tunai dana desa di desa Bamban masih ada sikap pelaksana program yang tidak tegas. Adapaun beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu ketersediaan dana dari pemerintah pusat dan masyarakat yang kurang paham dengan SOP yang disediakan. Saran oleh peneliti: 1) diharapkan pada saat aparat desa dan masyarakat desa Bamban Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatam, kedepannya apabila telah menyepakati sebuah keputusan dalam sebuah musyawarah atau membuat keputusan baru hendaknya dipertimbangkan matang-matan untuk dampak positif dan negatifnya. 2) Harapannya masyarakat jika masih terdapat suatu hal yang mengganjal bisa saja langsung menanyakan kepihak pelaksana program agar tidak terjadi kesalahpahaman.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-01
downloadeliminary studies it found that there psychological difficulties in speaking english experienced by students grade 11𝑡ℎ SMAN 2 Kandangan. Some of the difficulties, including; students do not really like English lessons, students are not confident when speaking English, students are afraid if their friends do not understand when they speak English, and students do not master certain vocabulary in English. Therefore, the objective of this research is to find out and to describe what are the psychological difficulties of 11𝑡ℎ grade students of SMAN 2 Kandangan in speaking English during the learning process. This research uses descriptive qualitative research as the approach and type of research. This research analyzes the data to describe about students’ psychological difficulties in speaking english during learning process. The technique of collecting data is through questionnaire and interview. The data analysis is done through data condensation, data display, and drawing verifying conclusion. The result of this research shows students’ psychological difficulties in speaking English at the 11𝑡ℎ grade of SMAN 2 Kandangan are; students are afraid of being critized or embrassed, students feel that learning English is a difficult lesson, students are often laughed at by their friends when they speak English in class, and students are afraid of being wrong.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-09-30
downloadPenelitian ini dilatar belakangi oleh minimnya pengetahuan masyarakat mengenai produk jasa yang ditawarkan, mekanisme, sistem dan seluk beluk bank syariah. Lokasi yang kurang strategis, tidak berada ditengah kota selain itu tidak adanya sarana umum atau angkutan umum menjadi tolak ukur nasabah untuk sering melakukan transaksi di bank syariah. Sama halnya dengan promosi karena banyak nasabah yang tidak pernah melihat promosi bank untuk mengenalkan produk. Jenis penelitian lapangan yang digunakan adalah penelitian dengan metode kuantitatif deskriptif. Analisis data, teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner (angket). Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan purposive sampling dan metode analisis data pengujian yang digunakan adalah uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, analisis linier berganda, uji T, F dan dominan serta uji koefisien determinasi. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat di simpulkan bahwa variabel Promosi (X1) dan Lokasi (X2) berpengaruh secara menyeluruh (simultan) dengan nilai sig 0,000 < 0,05 dan nilai Fhitung sebesar 10,993 > Ftabel 3,09. Artinya bahwa terdapat pengaruh dan signifikan dari variabel Promosi dan Lokasi. Variabel Promosi (X1) dengan nilai sig nilai signifikansi sebesar 0,038 < 0,05 atau nilai Thitung X1 2,099 > Ttabel 1,661. Variabel Lokasi (X2) nilai signifikansi sebesar 0,006 < 0,05 atau nilai Thitung X2 2,784 > Ttabel 1,661. Hasil ini berarti bahwa terdapat pengaruh dan signifikan dari variabel Promosi dan Lokasi Terhadap Keputusan Masyarakat dalam menggunakan Jasa Bank Syariah.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-09-19
downloadRawa merupakan bagian dari lahan basah (Wetland) yang mana lahan basah diartikan sebagai daerah-daerah rawa, payau, lahan gambut, dan perairan baik alami maupun buatan, tetap atau sementara; dengan air yang tergenang atau mengalir; tawar, payau, atau asin; termasuk wilayah perairan laut yang kedalamannya tidak lebih dari enam meter pada waktu surut. Adapun kawasan/Lahan Rawa di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (sekitar 87.562 Ha –103.893 Ha), hal ini menunjukkan bahwa lahan rawa lebih 50 % dari Luas Kabupaten Hulu Sungai Selatan (1.804,94 km2) dan ini dominan berada di 6 Kecamatan (Daha Selatan, Daha Utara, Daha Barat, Kelumpang, Simpur dan Kandangan). Tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Kab. HSS meningkat menjadi 4,19 persen dan meningkat lagi menjadi 5,27 persen pada Tahun 2023. Sesuai dengan Rankhir RPJPD HSS 2025 –2045 maka diperlukan optimalisasi / pengembangan PDRB seluruh lapangan usaha untuk menambah PDRB ADHK sekitar Rp. 335 Milyar–Rp. 390 Milyar untuk memacu pertumbuhan ekonomi sebesar 6 % –7 % per tahun. Salah satu pilihan dalam memacu pertumbuhan ekonomi adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa yang terbentang luas di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Pada saat ini kawasan rawa banyak digunakan untuk lahan pertanian, perkebunan dan perikanan. Dan potensi baru dan besar untuk kawasan rawa adalah perdagangan karbon. Ada beberapa kebijakan yang dapat diambil Pemerintah Daerah dalam optimalisasi pemanfaatan kawasan rawa di Kabupaten Hulu Sungai Selatan : 1. Melakukan konsolidasi dan koordinasi lintas instansi dan Perangkat Daerah dalam optimalisasi pemanfaatan kawasan rawa. 2. Optimalisasi pertanian di kawasan rawa dengan melakukan penataan lahan. 3. Mempelajari peluang kerjasama dengan perusahaan swasta dan Perguruan Tinggi dalam pengembangan pemanfaatan kawasan rawa di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. 4. Melakukan Penelitian Ekonomi / Penelitian Lokasi dan Potensi Serapan Karbon serta pengabdian mahasiswa pergurun tinggi di kawasan rawa Kabupaten Hulu Sungai Selatan.