No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-15
downloadPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kedisiplinan pegawai dalam memberikan pelayanan di kantor kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, serta untuk mengetahui faktor penghambat kedisiplinan pegawai dalam memberikan pelayanan. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adaalah pendekatan kualitatif. Sumber data yang diperoleh dari data primer berasal dari wawancaara peneliti dengan informan dan sumber data sekunder berasal dari dokumen, perundang-undangan, arsip, serta data yang memiliki keterkaitan terhadap objek peneliti. Adapun teknik adalisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model dari Miles dan Huberman yang berisikan rangkaian mulai dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kedisiplinan pegawai dalam memberikan pelayanan di kantor kecamatan Daha Selatan sudah cukup baik dari segi indikator kedisiplinan waktu, baik pada indikator disiplin kinerja, dan cukup baik dari segi indikator disiplin tanggung jawab. Adapun faktor penghambat kedisiplinan pegawai pada kantor kecamatan Daha Selatan ada dua yaitu terbatasnya SDM dan sarana prasarana yang masih belum mendukung sepenuhnya. Dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan pegawai dalam memberikan pelayanan dikantor Kecamatan Daha Selatan mengacu pada indikator Hasibuaan (2022) yaitu disiplin waktu, disiplin kerja, dan disiplin tanggung jawab. Tiga indikator dikatakan cukup baik (disiplin waktu), dan cukup baik (disiplin tanggung jawab), dan satu indikator dikatakan baik (disiplin kerja). Sebagai saran peneliti bahwa akan lebih baik jika adanya penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) serta penambahan kelengkapan sarana dan prasarana untuk mendukung kedisiplinan pegawai dalam memberikan pelayanan kepada masyaaraakat.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-15
downloadPenelitian ini dilatarbelakangi oleh beragamnya etnis dan suku bangsa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya suku Banjar yang menjadi pelaku ekonomi di pasar Los Batu Kandangan. Adat dagang yang terbentuk tidak lepas dari berkembangnya pengetahuan dan ajaran agama yang berkembang di wilayah setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui literasi ekonomi syariah pelaku ekonomi pasar Los Batu Kandangan dan dampak literasi ekonomi syariah terhadap adat dagang pelaku ekonomi pasar Los Batu Kandangan. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan etnografi kualitatif. Objek penelitian ini adalah adat dagang pelaku ekonomi pasar Los Batu Kandangan. Subjek dalam penelitian ini meliputi Masyarakat Banjar yang menjadi pelaku ekonomi di pasar Los Batu Kandangan yaitu 5 orang pedagang dan 5 orang pembeli dengan teknik pemilihan subjek pada penelitian ini menggunakan purposive sampling.Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, literasi ekonomi syariah pelaku ekonomi pasar Los Batu pelaku ekonomi pasar Los Batu Kandangan berada pada kategori Well Literate yang mana hal ini telah tergambarkan dalam pengetahuan 4 indikator aspek-aspek ekonomi Islam. Adat dagang yang terbentuk merupakan perpaduan budaya setempat dengan perkembangan literasi dan ajaran agama Islam yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-14
download) PAD Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada periode 2004- 2023 (selama 20 tahun) pertumbuhannya mengalami fluktuasi yang cukup tinggi. Rata- rata pertumbuhan per tahun selama 20 tahun terakhir mencapai 18,82%, keadaan ini menunjukkan pertumbuhan yang tinggi 2) Penerimaan DAU Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada periode 2004- 2023 (selama 20 tahun) pertumbuhannya mengalami fluktuasi yang cukup tinggi. Rata- rata pertumbuhan per tahun selama 20 tahun terakhir mencapai 7,62%, keadaan ini menunjukan pertumbuhan yang cukup tinggi 3) Belanja Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada periode 2004- 2023 (selama 20 tahun) pertumbuhannya mengalami fluktuasi yang cukup tinggi. Rata- rata pertumbuhan per tahun selama 20 tahun terakhir mencapai 13,60%, keadaan ini menunjukan pertumbuhan belanja daerah yang tinggi 4) Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada periode 2004- 2023 (selama 20 tahun) pertumbuhannya mengalami fluktuasi tetapi kelihatannya cukup stabil . Rata- rata pertumbuhan per tahun selama 20 tahun terakhir mencapai 4,79%, keadaan ini menunjukan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggiHasil analisis regresi linear berganda (a). PAD dan DAU secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. (b). PAD tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi. (c). DAU berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. (d). Belanja Daerah tidak mampu memoderasi hubungan independent variable PAD terhadap dependent variable Pertumbuhan Ekonomi. (e). Belanja Daerah tidak mampu memoderasi hubungan independent variable DAU terhadap dependent variable Pertumbuhan Ekonomi. 6) Dalam upaya mengetahui hasil/manfaat dari pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan apakah dirasakan juga oleh masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan, maka dilakukan riset Persepsi Masyarakat Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan sampel 800 responden yang tersebar di sebelas kecamatan. Teori digunakan untuk mengetahui manfaat pertumbuhan ekonomi terhadap masyarakat ini menggunakan teori indikator pertumbuhan ekonomi wilayah yang meliputi: (a). Keseimbangan Pendapatan, (b). Perubahan Struktur Perekonomian, (c). Pertumbuhan Kesempatan Kerja, (d). Tingkat dan Penyebaran Kemudahan, (e). Produk Domestik Regional Bruto, (f). Sumber Daya Alam, (g). Mutu Pendidikan, (h). Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, (i). Sistem Sosial, dan (j). Pasar. 7) Hasilnya adalah: a) Keseimbangan Pendapatan dirasakan manfaatnya menurut pandangan masyarakat, tetapi ada masyarakat yang masih belum banyak merasakan seperti di Kecamatan Daha Barat dan Kecamatan Simpur b) Perubahan Struktur Perekonomian, adanya pertumbuhan ekonomi sudah dirasakan adanya perubahan struktur ekonomi daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yang sebelumnya hanya bertani 100,0% sekarang sudah berubah dengan menambah usaha lainnya seperti ada yang berdagang, ada yang mengelola industri (khususnya industri mikro dan kecil) dan kesektor- sektor lainnya. tetapi ada masyarakat yang masih belum banyak merasakan seperti Kecamatan Daha Barat dan Kecamatan Simpur. c) Pertumbuhan Kesempatan Kerja, adanya pertumbuhan ekonomi sudah dapat meningkatkan kesempatan kerja di Kabupaten Hulu Sungai Selatan tetapi ada masyarakat yang masih belum banyak merasakan Kecamatan Daha Barat dan Kecamatan Daha Utara. d) Tingkat dan Penyebaran Kemudahan, adanya pertumbuhan ekonomi sudah dapat meningkatkan penyebaran kemudahan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang telah dilakukan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan hidup (seperti pemenuhan sandang, paman, papan, pelayanan kesehatan, pendidikan, kesempatan melakukan ibadah dll) tetapi ada masyarakat yang masih belum banyak merasakan Kecamatan Daha Barat dan Kecamatan Angkinang. e) Produk Domestik Regional Bruto, adanya pertumbuhan ekonomi sudah dapat meningkatkan Peningkatan Produk Domestik Regional Bruto dan produktivitas di Kabupaten Hulu Sungai Selatan tetapi ada masyarakat yang masih belum banyak merasakan Kecamatan Daha Barat dan Kecamatan Simpur. f) Sumber Daya Alam, adanya pertumbuhan ekonomi sudah dapat meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam yang telah dilakukan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat tetapi ada masyarakat yang masih belum banyak merasakan Kecamatan Daha Barat dan Kecamatan Simpur. g) Mutu Pendidikan, adanya pertumbuhan ekonomi sudah dapat meningkatkan mutu pendidikan masyarakat yang telah dilakukan pemerintah tetapi ada masyarakat yang masih belum banyak merasakan Kecamatan Daha Barat, Kecamatan Simpur dan Kecamatan Sungai Raya h) Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, adanya pertumbuhan ekonomi sudah dapat meningkatkan pemanfaatan ilmu pengetahuan teknologi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan tetapi ada masyarakat yang masih belum banyak merasakan Kecamatan Daha Barat, Kecamatan Simpur dan Kecamatan Angkinang. i) Sistem Sosial, adanya pertumbuhan ekonomi sudah dapat meningkatkan sistem sosial yang dibangun dan sesuai dengan nilai-nilai yang dimiliki oleh masyarakat dalam mewujudkan solidaritas sosial di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Tetapi ada beberapa masyarakat yang menyatakan kurang sesuai seperti di Kecamatan Daha Barat, Kecamatan Simpur dan Kecamatan Kandangan j) Pasar, adanya pertumbuhan ekonomi sudah dapat meningkatkan aksesibilitas pasar di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, tetapi ada masyarakat yang masih belum banyak merasakan Kecamatan Daha Barat, Kecamatan Simpur dan Kecamatan Kandangan. 8) Adanya pertumbuhan ekonomi sudah dapat mengurangi kemiskinan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, tetapi ada masyarakat yang masih belum banyak merasakan Kecamatan Simpur, Kecamatan Simpur Daha Barat dan Kecamatan Kandangan. 9) Adanya pertumbuhan ekonomi sudah dapat meningkatkan pembagian pendapatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan tetapi ada masyarakat yang masih belum banyak merasakan Kecamatan Simpur, Kecamatan Daha Barat dan Kecamatan Sungai Raya. 10) Secara keseluruhan masyarakat yang kurang merasakan dampak positif dari adanya pertumbuhan ekonomi terkonsentrasi terbanyak adalah di Kecamatan Daha Barat. Kemudian yang paling banyak merasakan dampak positifnya adalah masyarakat yang ada di Kecamatan Padang Batung dan Kecamatan Daha Selatan.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-10
downloadPada proses perjalanannya, pondok pesantren dihadapkan dengan berbagai problem, khususnya dalam hal kemandirian secara ekonomi. Salah satu langkah yang bisa diupayakan pondok pesantren adalah mengelola unit usaha dan berusaha mengatur kegiatan kewirausahaan untuk memanfaatkan semua asset yang ada. Tantangan yang muncul adalah diperlukan kemampuan mengelola usaha yang dimiliki melalui manajemen kewirausahaan pada pondok pesantren untuk menciptakan kemandirian. Hal tersebut juga dilakukan oleh pondok pesantren Dalam Pagar Kandangan dan pondok pesantren Babussalam yang menyelenggarakan unit kewirausahaan. Perlunya meningkatkan kemandirian, pondok pesantren Dalam Pagar Kandangan dan pondok pesantren Babussalam berusaha meningkatkan program manajemen kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan manajemen kewirausahaan pondok pesantren Dalam Pagar Kandangan dan pondok pesantren Babussalam Hulu Sungai Selatan untuk meningkatkan kemandirian. Penelitian ini mencakup 2 sub topik: 1) Upaya pondok pesantren dalam mengelola kegiatan kewirausahaan dalam meningkatkan kemandirian pondok, 2) Pengelolaan sumber daya yang ada dalam meningkatkan kemandirian pondok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik interview, observasi dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi ketua Yayasan, pengasuh pondok pesantren dan pengelola unit kewirausahaan. Tahapan Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun untuk melakukan keabsahan data, peneliti menggunakan Teknik triangulasi data yaitu Teknik pemeriksaan keabsahan data. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Upaya pengembangan program kewirausahaan dalam meningkatkan kemandirian pondok dilakukan dengan berbagai cara yaitu dengan melakukan pengembangan pada unit kewirausahaan, membentuk tim-tim, dan evaluasi. 2) Pengelolaan sumber daya dalam meningkatkan kemandirian pondok yaitu dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia disekitar pondok, terutama dalam menyediakan tenaga kerjanya. Implikasi program kewirausahaan dalam mewujudkan kemandirian pondok yaitu dalam hal kemandirian Lembaga secara finansial, melakukan pembangunan secara berkala dan terus menerus.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-10
downloadKH. Muhammad Salman Al-Farisi adalah seorang pendakwah di Majelis Ta‟lim Al-Mubarakah yang dengan kehadirannya membawa dampak positif yang signifikan terhadap pengetahuan agama Islam pada masyarakat Desa Pahampangan Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Dakwah yang beliau sampaikan tidak hanya kepada orang tua saja tapi juga kalangan remaja atau generasi muda. Hal ini dikarenakan penyampaian dakwahnya yang diselipi dengan humor yang tepat sehingga mudah dipahami dan tidak membosankan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi, hasil yang dicapai dan faktor pendukung Ustadz H. Muhammad Salman Al-Farisi dalam mengembangkan dakwah di Majelis Ta‟lim Al-Mubarakah Desa Pahampangan Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan deskriptif serta menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduction (reduksi data) yang diperoleh ditempat penelitian, data display (penyajian data) dan data verification (data verifikasi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan dakwah Ustadz H. Muhammad Salman Al-Farisi di Majelis Ta‟lim Al-Mubarakah Desa Pahampangan Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan menggunakan strategi tilawah, strategi ta‟lim dan strategi tazkiyah dengan menggunakan metode hikmah, mau’izhah hasanah dan mujadallah billatii hiya ahsan dengan hasil dakwah Ustadz H. Muhammad Salman Al-Farisi membawa perubahan terhadap pemahaman, sikap dan perilaku masyarakat terhadap ajaran Islam dan meningkatkan gairah masyarakat untuk menghadiri majelis-majelis, pengajian, mujahadah dan shalat berjamaah. Keberhasilan tersebut didukung oleh beberapa faktor pendukung diantaranya mempunyai pengetahuan ilmu agama yang baik, semangat dalam berdakwah, menjadi tauladan bagi masyarakat, memahami karakter mad’u, karakter suara yang khas, mendapat dukungan dari keluarga, adanya relawan, inovasi dalam metode dakwah, konsistensi dan kesadaran masyarakat.