No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-18
downloadPenulisan ini dilatar belakangi oleh hotel syariah merupakan suatu akomodasi dari salah satu bentuk pariwisata syariah. Hotel syariah ini merupakan salah satu bisnis Islam yang harus berlandaskan nilai-nilai syariah dan harus sesuai dengan aturan syariah, baik didalam pelayanan dan juga manajemennya. Hotel syariah harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan atau tamu karena pelanggan atau tamu membutuhkan tempat menginap yang bersih, aman, dan nyaman. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kuantitatif dengan dasar penelitiannya menggunakan data deduktif induktif. Objek dalam penelitian ini adalah pelanggan Hotel Grand Sandaga Syariah Kandangan. Taknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan penyebaran kuesioner (angket). Jumlah sampel yang diambil adalah 100 responden. Analisis data yang digunakan adalah uji validitas, reliabilitas, normalitas data, heteroskedastisitas, regresi linier sederhana, uji t dan koefisien determinasi. Hasil dari penelitian ini adalah diperoleh nilai signifikan 0,000 < 0,05 dan nilai thitung 18,282 > ttabel 1,98552 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan. Besar pengaruh kualitas pelayanan terlihat dari hasil uji R2 sebesar 0,771 atau 77,1% yang artinya variabel kepuasan pelanggan (Y) dipengaruhi oleh variabel kualitas pelayanan (X).
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-18
downloadReligius merupakan salah satu karakteristik daerah Nagara. Nagara memiliki ulama-ulama berkharismatik yang mengembangkan keilmuannya pada Pondok Pesantren. Pondok Pesantren memiliki ciri khas utama dibanding pendidikan islam yang lain yaitu pembelajaran menggunakan kitab kuning. Dengan pembelajaran kitab kuning yang efektif materi yang disampaikan dapat terserap secara maksimal, membantu santri/wati memahami kitab kuning. Maka perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran kitab kuning perlu perhatikan. Mengingat pembelajaran traditisional perlu penyempurnaan dan dikarenakan baca kitab santri/wati dinilai masih belum maksimal, yang mana kemampuan baik buruknya baca kitab santri/wati tentu akan mempengaruhi nilai pengetahuan pada setiap pelajaran. Oleh karena itu, ustadz/h mengupayakan agar kemampuan membaca kitab kuning di kalangan santri/wati dapat bertahan dan bahkan dapat berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran kitab kuning pada pondok pesantren di Nagara Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Lokasi Penelitian Pondok Pesantren di Nagara dengan 3 kecamatan, yaitu Pondok Pesantren Darul Amien dan Pondok Pesantren Al- Muradiyah dari Kecamatan Daha Utara, Pondok Pesantren An-Noor dan Pondok Pesantren PIP Habirau dari Kecamatan Daha Selatan, dan Pondok Pesantren Jasrannur Rahman Al-Yusuf dari Daha Barat. Subjek penelitian adalah pimpinan pondok, para ustadz/h, dan santri/wati Pondok Pesantren. Objek penelitian adalah Pembelajaran Kitab Kuning Pada Pondok Pesantren di Nagara Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif, yaitu diawali dengan pengumpulan data, memilih data yang dibutuhkan, penyajian data, dan diakhiri kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran Kitab Kuning pada Pondok Pesantren di Nagara Kabupaten Hulu Sungai Selatan menggunakan 3 tahap.(1) Perencanaan Pembelajaran, para ustadz/h selalu melakukan perencanaan pembelajaran meliputi, (a) tujuan, (b) Materi, (c) Menentukan Pendekatan, strategi, dan metode, (d)Pemilihan media dan sumber belajar, (e) Menyusun alat evaluasi. Perencanaan tersebut tidak tertulis dalam sebuah dokumen RPP kecuali Pondok viii Pesantren Darul Amien memiliki dokumen perencanaan materi program tahunan yang berisi judul materi yang akan diajarkan pada semester ganjil dan genap.(2) Pelaksanaan pada kegiatan inti, ustadz/h menyampaikan materi menggunakan pendekatan, strategi dan metode, media dan sumber belajar. Pendekatan yang digunakan berbeda-beda tergantung materi. Materi tidak bisa diseragamkan dengan hanya menggunakan satu metode saja, tetapi divariasi dengan beberapa metode. Pada umumnya di lima Pondok Pesantren yang peneliti teliti melaksanakan metode ceramah, yang dalam perkembangan pondok pesantren disebut metode bandongan/ wetonan. Selain itu agar pembelajaran menjadi aktif ustadz/h juga memakai metode sorogan, metode hafalan, divariasi dengan metode tanya jawab dan metode demonstrasi praktik ibadah pembelajaran fikih walaupun pendekatan lebih didominasi pada ustadz/h, kecuali pondok pesantren Darul Amien dilengkapi dengan metode pembelajaran dengan lagu. Media pembelajaran yang digunakan yaitu media visual dengan sumber belajar perpustakaan.(3) Evaluasi Pembelajaran, Pada umumnya di lima Pondok Pesantren yang peneliti teliti melaksanakan evaluasi semester ganjil dan semester genap secara tertulis dan secara lisan, kecuali Pondok Pesantren Jasrannur Rahman Al Yusuf melaksanakan evaluasi semester ganjil dan genap secara tertulis saja. Bentuk evaluasi tertulis yaitu menjawab pertanyaan secara tertulis, adapun secara lisan yaitu santri/wati menjawab beberapa pertanyaan tentang materi secara lisan atau kaidah Nahwu dari bacaan kitab kuning santri/wati, bisa juga santri/wati menghafal hafalan Hadits atau Tafsir, Sharaf, kosakata Bahasa arab kepada ustadz/h.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-18
downloadPendidikan karakter merupakan bagian dari pendidikan nasional, adapun pendidikan karakter yang dilaksanakan di sekolah merupakan salah satu bentuk partisipasi dalam membangun kepribadian bangsa. Nilai karakter tersebut diantaranya nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, bertanggung jawab dan lain sebagainya. Pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah merupakan salah satu bentuk partisipasi dalam membangun kepribadian bangsa. Pembentukan karakter di sekolah bisa disisipkan melalui mata pealajaran, salah satunya mata pelajaran Tahfidz. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembentukan karakter disiplin melalui mata pelajaran Tahfidz di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, adapun objeknya adalah pembentukan karakter disiplin dan bertanggung jawab melalui mata pelajaran Tahfidz di MI Ibnu Athailah. Sedangkan Subjek penelitian ini adalah guru atau ustadzah dan santri di MI Ibnu Atthailah Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dukomentasi. Hasil temuan yang didapatkan dalam penelitian ini terkait pembentukan karakter disiplin dan bertanggung jawab melalui mata pelajaran Tahfidz, meliputi: Tahapan pertama adalah tahapan pengetahuan dimana santri diberikan penjelasan tentang aturan-aturan yang berlaku dalam kegiatan Tahfidz. Kedua, tahapan pelaksanaan dan evaluasi yaitu tahapan pelaksanaan membentuk kedisiplinan, peserta didik dilatih dan ditanamkan untuk disiplin baik itu disiplin waktu dan disiplin dalam menjalankan tata tertib yang berlaku dikelas maupun di luar kelas. Dan yang ketiga tahapan pembiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, tahapan ini dilakukan di sekolah agar anak bisa dan terbiasa dalam melakukan hal sesuatu.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-16
downloadPenelitian ini berangkat dari permasalahan proses penyaluran zakat pertanian masih belum optimal karena kekurangpahaman mereka dalam menghitung besaran zakat yang harus mereka bayarkan, sehingga dalam proses penyalurannya tidak tepat sasaran kepada yang berhak. Dalam hal ini peneliti mengambil tempat di Desa Telaga Bidadari Kecamatan Sungai Raya.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field study) dengan pendekatan kualitatif. Dalam pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Dalam analisis data dengan langkah-langkah menelaah data, reduksi data, menyusun data dalam kesatuan, kategorisasi dan penarikan kesimpulan.Melalui penelitian ini ditemukan bahwa Zakat pertanian dikeluarkan setelah panen sesuai ajaran Islam. Mayoritas petani di Indonesia mengeluarkan zakat setelah selesai panen, baik itu panen besar maupun biasa. Ini menunjukkan pemahaman yang baik terhadap ketentuan zakat pertanian. Zakat ini berbeda dari zakat lainnya karena tidak tergantung pada jangka waktu satu tahun, melainkan terkait dengan hasil produksi tanah yang menjadi dasar kewajiban zakat. Di Indonesia, zakat pertanian umumnya disalurkan langsung oleh muzakki, yakni petani yang membayarkan zakatnya, kepada mustahik. Mayoritas petani di Indonesia memahami dan langsung menyalurkan zakat mereka kepada penerima manfaatnya, seperti fakir, miskin, amil zakat, mualať, budak, orang yang terlilit hutang, dan orang yang sedang dalam perjalanan, sesuai ketentuan zakat pertanian dalam Islam. Hal ini mencerminkan pemahaman yang baik terhadap aturan zakat pertanian, yang menunjukkan penyaluran langsung dari muzakki kepada mustahik, sesuai ajaran Islam.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-10-15
downloadPenanaman budaya literasi Al-Qur'an merupakan hal yang penting guna menumbuhkan budaya baca Al-Qur'an dalam diri peserta didik Sehingga, perlu pembiasaan dan keteladanan dari guru sebagai langkah awal agar mereka terbiasa membaca Al-Qur'anPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman budaya literasi Al- Qur'an di MTsN 10 Hulu Sungai Selatan.Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Subjeknya adalah wali kelas dan objeknya adalah penanaman budaya literasi Al-Qur'an dan kendala yang dihadapi dalam menanamkan budaya literasi Al-Qur'an di MTsN 10 Hulu Sungai Selatan.Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa penanaman budaya literasi Al- Qur'an di MTsN 10 Hulu Sungai Selatan dilaksanakan dengan melalui pembiasaan dan keteladanan. Adapun kendala yang dihadapi dalam menanamkan budaya literasi Al-Qur'an di MTsN 10 Hulu Sungai Selatan berasal dari dua faktor yaitu faktor internal yang meliputi sikap peserta didik, motivasi peserta didik dan konsentrasi peserta didik terhadap literasi Al-Qur'an dan faktor eksternal yang meliputi guru sebagai pembina peserta didik dalam kegiatan literasi Al-Qur'an, keluarga dan lingkungan.