No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2022-09-01
downloadKabupaten Hulu Sungai Selatan dari aspek geografi dan demografi adalah salah satu Kabupaten dari 13 (tiga belas) kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan yang terletak 135 Km sebelah utara ibu kota Propinsi Kalimantan Selatan, Banjarmasin. Serta 363 Km dari Penajam Paser Utara, Kawasan Ibu kota Negara (IKN). Tujuh hal penting dalam pembangunan yang dapat berpengaruh terhadap pengembangan wilayah yaitu : Sumber daya lokal, pasar, tenaga kerja, investasi, kemampuan pemerintah, transportasi dan komunikasi, dan terakhir adalah teknologi. Kebijakan yang paling strategis bagi Kabupaten Hulu Sungai Selatan adalah pengembangan wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dalam mendukung Provinsi Kalimantan Selatan sebagai Gerbang IKN dan penopang pangan. Hal ini dapat ditindak lanjuti dengan : a. Percepatan dan Optimalisasi pemanfaatan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). b. Mengembangkan peluang besar dari keberadaan dan potensi pada Ruas Jalan Loksado – Tanah Bumbu, Ruas Jalan Kalumpang – Margasari – Banjarmasin, serta memperjuangkan akan adanya Ruas Jalan baru pada Daha Barat – Margasari – Banjarmasin. c. Alternatif kebijakan Pengembangan Wilayah di Kab HSS yang meliputi 4 Zone. Harapannya dengan kebijakan Pengembangan wilayah (Regional Development) ini dapat memacu perkembangan sosial ekonomi, mengurangi kesenjangan wilayah dan menjaga kelestarian lingkungan hidup. Tantangan Pemerintah Daerah dalam menghadapi era tidak menentu ini (VUCA) tentu tidak mudah, Pemerintah harus mempunyai kompetensi yang mumpuni agar dapat merespon perubahan yang terjadi dan bersiap dengan efek besar dengan adanya negara-negara di dunia yang masuk ke dalam jurang resesi.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2022-08-31
downloadRumah di bantaran sungai apabila tidak diiringi dengan pemeliharaan sanitasi lingkungan, berpotensi mengakibatkan pencemaran sungai. Kondisi ini juga dapat menghasilkan berbagai permasalahan sanitasi lingkungan pada permukiman di bantaran sungai. Kabupaten Hulu Sungai Selatan memiliki 3 topologi daerah, yaitu daerah pegunungan, daerah dataran (kota) dan daerah rawa. Daerah rawa menjadi salah satu lokus permasalahan sanitasi dan air minum. Daerah rawa ini didominasi kehidupan masyarakat di bantaran sungai. Pada dasarnya ketidaktahuan masyarakat akan pentingnya mengelola limbah secara baik agar tidak mencemari lingkungan menjadi faktor yang mempengaruhi kebiasaan buruk Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Tidak banyak yang menyadari bahwa sanitasi buruk pun memperbesar ancaman kesehatan generasional, seperti stunting. Tripikon-S (Tri/Tiga Pipa Konsentris-Septik) merupakan salah satu alternatif pengolahan air limbah domestik. Teknologi ini dikembangkan untuk menjawab tantangan kondisi lingkungan yang dihadapi didaerah yang terpengaruh pasang surut seperti misalnya daerah pesisir pantai, muara sungai, maupun rawa. Teknologi ini dapat diterapkan untuk toilet individual atau komunal. WC Tripicon S sudah dimanfaatkan di Desa Muning Baru, dan Desa Pihanin Raya Kabupaten Hulu Sungai Selatan, namun untuk pengembangan selanjutnya perlu dilakukan : Optimalisasi penyuluhan dan pembinaan masyarakat lebih khusus di bantaran sungai demi meningkatkan kesadaran untuk berperilaku hidup bersih dan sehat , Memberikan dukungan lebih besar pada kegiatan penyediaan sarana sanitasi buat masyarakat miskin, Pemanfaatan WC Tripicon S yang lebih masif sebagai sarana sanitasi di bantaran sungai dengan pembinaan dalam teknis pemasangan serta pemeliharaanya, Penelitian lebih dalam tentang efektifitas dan efisiensinya WC Tripicon, dan Pengembangan WC Tripicon S baik secara model/konstruksi ataupun penggunaan bahan lain.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2022-08-24
downloadNegara kita adalah negara agraris terbesar di dunia dan pertanian menjadi mata pencaharian mayoritas penduduk. Pemerintah Indonesia berupaya untuk setiap tahun harus ada perkembangan ke arah yang lebih baik di sektor pertanian agar bisa mendapatkan apa yang ditargetkan sejak awal. Target lumbung pangan dunia adalah ambisi besar. Ambisi pemerintah Indonesia ini tentunya tidaklah salah mengingat bagaimana Indonesia yang kaya akan sumber daya alam bisa mendapatkan itu semua jika dikelola dengan baik dan benar. Keseriusan dalam mengembangkan sektor pertanian wajib dilakukan agar Indonesia tidak lagi tertinggal dari negara lain Kabupaten Hulu Sungai Selatan seperti diketahui memiliki luas wilayah 1.805 km persegi. Kabupaten yang beribukota Kandangan dan berpenduduk 232.857 jiwa tahun 2020 dan memiliki 38 297 petani sesuai hasil Sensus Pertanian Tahun 2013. Dilihat dari besaran distribusi persentase PDRB Tahun 2020 di Kabupaten Hulu Sungai Selatan maka sektor pertanian merupakan sektor terbesar dalam struktur ekonomi kabupaten. Sektor pertanian ini mencapai angka 24,57%. Permasalahan yang dihadapi dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Selatan adalah : Sumber Daya Lahan, Sumber Daya Manusia, Sarana/Prasarana dan Penguasaan Teknologi Pertanian, Perubahan Iklim, Bencana Alam, dan Gangguan lainnya, Permodalan/Pembiayaan Bagi Petani dan Inovasi teknologi baru yang tidak spesifik lokasi Secara umum dapat diambil kebijakan dalam peningatan produktivitas dengan metode : intensifikasi pertanian, diversifikasi produk pertanian, pemanfaatan lahan rawa dan pemberian alat dan mesin pertanian dari pemerintah. Serta pentingnya pemanfaatan inovasi dan teknologi tepat guna spesifik lokasi dengan memperhatikan kearifan lokal masyarakat, seperti padi apung dan pemanfaatan kayapu di rawa
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2022-08-21
downloadMenurut UU 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, kata Bencana diartikan sebagai Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam,dan/atau faktor non alam, maupun faktor manusia; sehingga mengakibatkan korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Banjir adalah peristiwa tergenangnya daratan yang biasannya kering oleh karena volume air pada suatu badan air meningkat. Banjir di Kabupaten Hulu Sungai Selatan secara frekuensinya semakin meningkat setiap tahunnya. Sehingga perlu dilakukan mitigasi bencana dan penaganan lebih awal, detail dan terpadu. Adapun Mitigasi adalah upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak yang diakibatkan oleh bencana terhadap masyarakat di kawasan rawan bencana, baik itu bencana alam, atau akibat ulah manusia. Kalau dilihat dari data BPBD Provinsi Kalimantan Selatan pada Tahun 2020 di Kabupaten Hulu Sungai Selatan terjadi 21 bencana sedangkan di Tahun 2021 terjadi peningkatan menjadi 58 bencana. Dan salah satu bencana itu adalah Banjir. Faktor penyebab banjir di Kabupaten Hulu Sungai Selatan adalah IKLIM (Curah Hujan dan Anomali Cuaca) dan BIOGEOFISIK (Manusia, Tutupan Lahan, Topografi, Erosi & Longsor) Kebijakan yang setidaknya dapat diambil oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan adalah dengan menerapkan Strategi Mitigasi sebagai berikut : 1. Mitigasi harus diintegrasikan dalam program pembangunan yg lebih besar 2. Pemilihan upaya mitigasi harus didasarkan atas biaya dan manfaat. 3. Agar dapat diterima masyarakat, mitigasi harus menunjukkan hasil yang segera tampak. 4. Upaya mitigasi harus dimulai dari yang mudah dilaksanakan segera setelah bencana 5. Meningkatkan kemampuan lokal dalam manajemen dan perencanaan
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2022-07-12
downloadMenurut Mahatma Gandhi, pembangunan merupakan normative concept, yang menyiratkan pilihan-pilihan tujuan, untuk mencapai sesuatu yang disebut sebagai realisasi potensi manusia. Pembangunan semata tidak banyak menyelesaikan persoalan dan terkadang mempunyai akibat yang tidak menguntungkan. Pembangunan juga tidak selalu dapat disamaratakan dengan modernisasi, sebab ada banyak segi pada tradisi yang dapat meningkatkan potensi manusia dan merajut serta mempertautkan kultur. Beberapa kualitas pembangunan ditunjukkan oleh Michael P. Todaro (2006) dengan memberi makna pembangunan sebagai proses multidimensi yang mencakup perubahan perubahan penting dalam struktur sosial, sikap-sikap rakyat dan lembaga-lembaga tradisional dan juga tetap mengejar akselerasi pertumbuhan ekonomi, pengurangan kesenjangan (inequity) dan pemberantasan kemiskinan absolut.Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi. Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan pendapatan nasional riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.