No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-08-19
downloadMewujudkan pembangunan yang merata serta menekan ketimpangan antara perkotaan dan perdesaan menjadi prioritas Pembangunan, dan salah satu lokusnya adalah Desa. Pembangunan desa dalam Indonesia Emas 2045 dititikberatkan pada pengarusutamaan pembangunan desa yang bersifat lintas sektor dan lintas aktor, menuju kemandirian desa. Desa harus mau dan mampu tumbuh dan maju bersama dan selaras dengan kota. Dalam mengukur keberhasilan pembangunan desa digunakanlah indeks. Indeks Desa akan menjadi indikator tunggal dalam mengukur capaian pembangunan desa, dan menggantikan 2 indeks yang sudah ada sebelumnya yaitu Indeks Pembangunan Desa (IPD) dan Indeks Desa Membangun (IDM). Secara nilai IPD 2018 Kabupaten Hulu Sungai Selatan mendapatakan nilai sebesar 66,91 dan ini merupakan nilai tertinggi di Kalsel. Nilai IDM juga menggambarkan capaian yang baik dan terus terjadi peningkatan, begitupula dari perkembangan status desa (IDM) dimana dari tahun ketahun jumlah desa tertinggal semakin sedikit, dan desa maju semakin banyak serta melahirkan desa-desa mandiri yang baru. Tahun 2021 menjadi moment baik dimana desa tertinggal sudah tidak ada lagi, yang mana pada Tahun 2020 masih tersisa 2 desa. Dan pada Tahun 2021 ini jugalah hadir 3 desa mandiri pertama di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-07-31
downloadSDGs merupakan rencana embangunan berkelanjutan yang didasarkan pada rinsip kesetaraan gender dan hak asasi manusia. rinsip utama dari SDGs adalah universalitas, integritas, serta inklusivitas dengan tujuan memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal. Tanpa kelaparan atau dikenal dengan istilah Zero Hunger merupakan salah satu prioritas global yang tertuang dalam tujuan ke 2 dari 17 tujuan SDGs. Sasaran yang diupayakan tercapai di tahun 2030 adalah menghentikan kelaparan dan kekurangan gizi, menjamin keberlanjutan pertanian pangan, mengelola keragaman genetik, serta melipatgandakan produktivitas pertanian dengan memastikan akses bagi seluruh masyarakat. Salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kecukupan gizi penduduk adalah prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan atau yang dikenal dengan istilah Prevalence Of Undernourishment (PoU). PoU di Kab. HSS mencapai 6,26% pada 2023. Angka tersebut naik 0,62% dari tahun sebelumnya sebesar 5,64%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 2,11%. Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,53% pada 2023. Berarti, PoU di HSS lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional. Kalau dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Selatan, PoU di Kabupaten Hulu Sungai Selatan ada di urutan ke-12.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-06-30
downloadUMKM mempunyai andil besar dalam memajukan roda perekonomian bangsa dan daerah. Kekayaan Intelektual yang merupakan Hak Kekayaan yang lahir dari kemampuan intelektual manusia yang ada dalam lingkup ilmu pengetahuan, seni dan sastra. Kekayaan intelektual ini juga banyak lahir di kalangan UMKM, terutama dalam pemanfaatan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual di Hak Merek, Desain Industri, dan Cipta. Hal ini sejalan dengan pemanfaatan produk lokal. Di mana Produk lokal adalah barang atau kerajinan masyarakat yang ada di sekitar kita, dan juga diartikan sebagai hasil produksi dalam negeri. Perilaku Bisnis UMKM Indonesia masih sangat tradisional, dan belum berpikir tentang Pelindungan Kekayaan Intelektual (KI) atas produk atau desain produknya. Pemkab. HSS dalam proses fasilitasi perlindungan Kekayaan Intelektual melakukan MoU dan PKS dengan Kemenkumham Kanwil KalSel, Membuka Counter Layanan Kekayaan Intelektual, Membentuk Duta Kekayaan Intelektual Kab. HSS, Penguatan Regulasai dengan adanya Peraturan Daerah, Fasilitasi bantuan gratis bagi UMKM dalam mendaftarkan Hak Merek, dan Melakukan pendampingan, pembinaan dan sosialisasi terkait Hak Kekayaan Intelektual.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-05-30
downloadHasil pengukuran Indeks Inovasi Daerah Tahun 2023, Kabupaten Hulu Sungai Selatan mendapatkan nilai indeks sebesar 70,41 (Kategori Sangat Inovatif), yang mana secara nasioanal posisi nilai indeks Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada posisi ke-14. Adapun secara Regional III Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, ataupun Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan maka Kabupaten Hulu Sungai Selatan menduduki di posisi ke-2, setelah Kabupaten Tabalong dengan nilai indeks 82,69. Berdasarkan. Walaupun terus terjadi peningkatan nilai indeks inovasi daerah bagi Kabupaten Hulu Sungai Selatan, namun laju pertumbuhan peningkatan nilai ini tidak secepat laju pertumbuhan peningkatan nilai indeks di Kabupaten lain, dan inilah yang menjadi focus dalam Evaluasi Kematangan Indikator IID Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tahun 2023 kali ini sehingga dapat dilihat pada indikator mana yang harus dilakukan perbaikan secara maksimal. Adapun secara total dari keseluruhan indikator maka tercatat ada 62% di parameter 3, sebanyak 19,06% di parameter 2 dan sebanyak 16,30% di parameter 1. Serta ada 2,40% yang masih tidak terisi.
No Katalog : -
No Publikasi : -
ISSN/ISBN : -
Tanggal Rilis :2024-04-30
downloadLiterasi keuangan adalah pemahaman atau kemampuan seseorang dalam mengukur terkait konsep keuangan dan memiliki kemampuan untuk mengelola keuangan dengan baik. Literasi keuangan sangat diperlukan untuk pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha mereka. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan penting dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memeratakan pendapatan, oleh sebab itu diperlukan dukungan dari seluruh pihak untuk pengembangan UMKM. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) saat ini menjadi penyokong gerak perekonomian di Indonesia. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2022 menunjukkan indeks literasi keuangan Masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan hanya sebesar 42,08 persen, Ini berarti dari 100 orang di Kalimantan Selatan, hanya sebanyak 42 orang yang telah memahami kelebihan dari pengelolaan keuangan.